Cara Bikin Pancake Durian 1 Telur, Kulit Lembut dan Tak Mudah Sobek

2026-01-15 11:13:50
Cara Bikin Pancake Durian 1 Telur, Kulit Lembut dan Tak Mudah Sobek
- Pancake durian menjadi salah satu dessert favorit karena perpaduan kulit tipis lembut dengan isian durian yang legit.Camilan ini banyak dijual sebagai kudapan premium, padahal proses pembuatannya cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri di rumah.Masalah yang sering muncul saat membuat pancake durian terletak pada bagian kulit.Tekstur terlalu kering membuat kulit mudah sobek, sementara adonan terlalu encer menyebabkan pancake sulit dibentuk. Takaran bahan menjadi kunci agar kulit lentur dan elastis.Berikut cara membuat pancake durian pakai 1 telur dan 50 gram tepung terigu dari Ambarini Kartohadiprodjo dalam Buku “Seri Ahli Masak” terbitan Erlangga Mahameru.Baca juga: Malaysia Bakal Tetapkan Durian atau Nanas sebagai Buah NasionalBaca juga: Tips Bawa Oleh-oleh Durian Naik Pesawat, Langsung dari Owner Durian UcokCatat takaran masing-masing bahan kulit dan isi pancake durian:Tepung terigu protein sedang dipilih karena dapat menghasilkan kulit pancake yang lentur, tidak mudah robek, namun tetap lembut.Baca juga: Alasan Indonesia dan Malaysia Berebut Gelar Durian sebagai Buah NasionalBaca juga: Durian Musang King, Raja Durian dengan Rasa Premium dan Tekstur Mewahcanva.com Pancake durian memiliki tekstur yang lembut sekaligus rasa manis khas durian.Selanjutnya, berikut cara membuat pancake durian dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan:Baca juga: 4 Trik Mencairkan Durian Beku agar Tetap Manis dan LembutBaca juga: Waktu dan Ciri Durian Siap Panen agar Rasanya Maksimal


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 10:50