Satgas Temukan 8 Kontainer Terpapar Cesium 137 di Tanjung Priok

2026-01-12 02:22:35
Satgas Temukan 8 Kontainer Terpapar Cesium 137 di Tanjung Priok
JAKARTA, - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium 137 (Cs-137) kembali menemukan kargo berbahaya yang masuk ke Indonesia.Ada delapan kontainer berisi zinc powder yang terkontaminasi Cesium 137 saat diperiksa di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 14 November 2025.Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Cesium-137, Bara Krishna Hasibuan, menyebut seluruh kontainer tersebut berasal dari Angola, Afrika.Kedelapan kontainer telah ditahan oleh otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, sambil menunggu proses administrasi untuk dilakukan re-ekspor kembali ke negara asal.Baca juga: Pemerintah Musnahkan Udang Terkontaminasi Cesium-137 yang Dikembalikan AS“Ada satu informasi pada tanggal 14 November 2025, pihak otoritas Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menghentikan delapan kontainer berisi zinc powder yang terbukti terkontaminasi Cs-137,” ujar Bara saat konferensi pers di gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin .“Setelah dilakukan penelusuran, delapan kontainer tersebut berasal dari Angola, sebuah negara di benua Afrika. Saat ini, kedelapan kontainer tersebut ditahan sambil menunggu selesainya proses administrasi untuk dilakukan re-ekspor,” paparnya.Yang mengkhawatirkan, kasus terbaru ini kembali melibatkan barang sejenis dengan temuan-temuan sebelumnya, yakni zinc powder yang telah terpapar Cs-137.Tiga kasus sebelumnya terdeteksi berasal dari Filipina dan seluruh impor dilakukan oleh perusahaan yang sama, PT Luckione Environmental Science Indonesia, sebuah perusahaan peleburan logam yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande (MCIE), Banten.“Hal ini merupakan kejadian yang keempat kalinya, pihak otoritas di Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mencegah masuknya kontainer berisi barang yang terkontaminasi Cs-137. Juga yang keempat ini adalah zinc powder seperti ketiga pengapalan sebelumnya,” beber Bara.“Seperti yang sudah kami umumkan, ketiga pengapalan sebelumnya berasal dari Filipina,” lanjutnya.Dengan ditemukannya kembali kontainer terkontaminasi dari importir yang sama, Satgas menilai perusahaan tersebut telah berulang kali melakukan praktik yang membahayakan.Pemerintah melalui Satgas memastikan akan mengambil langkah tegas.Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), kini sedang memproses penghentian sementara kegiatan usaha Luckione Environmental Science Indonesia.Langkah itu dilakukan agar pemerintah dapat menyelesaikan audit lingkungan menyeluruh atas aktivitas perusahaan sebelum izin usaha dapat dipertimbangkan kembali.Satgas memastikan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik bisnis yang membahayakan keamanan nasional, kesehatan masyarakat, dan keberlangsungan industri dalam negeri.


(prf/ega)

Berita Lainnya