Tabel KUR BRI 2025 Pinjaman Rp 1 Juta–150 Juta, Cek Angsuran per Bulan Sesuai Tenor

2026-01-12 05:37:40
Tabel KUR BRI 2025 Pinjaman Rp 1 Juta–150 Juta, Cek Angsuran per Bulan Sesuai Tenor
– Tabel KUR BRI 2025 menjadi rujukan penting bagi pelaku UMKM yang ingin mengajukan pembiayaan dengan bunga rendah dan cicilan ringan. Melalui tabel angsuran KUR BRI, calon debitur bisa langsung cek angsuran per bulan sesuai tenor yang dipilih.Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI diluncurkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai daerah.Baca juga: Gaji UMR Semarang 2026: Daftar Lengkap UMP dan UMK Jawa Tengah 2026Program KUR BRI 2025 menawarkan pembiayaan modal kerja maupun investasi dengan proses pengajuan relatif mudah, suku bunga rendah, serta pilihan tenor fleksibel hingga 60 bulan atau 5 tahun.Sebelum mengajukan pinjaman, pelaku usaha disarankan memahami simulasi cicilan melalui tabel KUR BRI 2025 pinjaman Rp 1 juta–150 juta agar besaran angsuran per bulan benar-benar sesuai dengan kemampuan bayar.Baca juga: Gaji UMR Surabaya 2026: UMP Jawa Timur 2026 dan UMK di 38 Kabupaten/KotaSebagai salah satu penyalur utama KUR nasional, BRI menyediakan beberapa skema pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha, yaitu:Untuk tahun 2025, suku bunga KUR BRI ditetapkan sekitar 6 persen per tahun, sesuai kebijakan pemerintah, sehingga cicilan relatif lebih ringan dibandingkan kredit komersial.Baca juga: Daftar UMK Solo Raya 2026: UMR Kota Solo, UMK Sukoharjo 2026, hingga UMK Klaten 2026Berikut simulasi tabel KUR BRI 2025 pinjaman Rp 1 juta–150 juta dengan pilihan tenor 12, 18, 24, 36, 48, hingga 60 bulan. Angka di bawah ini menunjukkan estimasi angsuran per bulan.Pinjaman Rp 1 jutaPinjaman Rp 5 jutaPinjaman Rp 10 jutaBaca juga: Gaji UMR Jogja 2026: UMP dan UMK Jogja 2026 di 5 Kabupaten/KotaPinjaman Rp 20 jutaPinjaman Rp 30 jutaPinjaman Rp 40 jutaBaca juga: Gaji UMR Jakarta 2026 Naik 6,17 Persen, UMP Jadi Rp 5.729.876Pinjaman Rp 50 jutaPinjaman Rp 60 juta


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-12 04:36