Cerita di Balik Ujian Nasional Korsel: Pembuat Soal Dikarantina 38 Hari Tanpa Ponsel dan Internet

2026-01-12 05:36:30
Cerita di Balik Ujian Nasional Korsel: Pembuat Soal Dikarantina 38 Hari Tanpa Ponsel dan Internet
- Sebanyak 500 pembuat dan peninjau soal ujian masuk perguruan tinggi Korea Selatan College Scholastic Ability Test (CSAT 2026) menjalani karantina total selama 38 hari di lokasi rahasia demi mencegah kebocoran soal. Ujian tersebut kerap disebut dengan Suneung.Seluruh anggota tim akhirnya “dibebaskan” pada 13 November 2025, tepat setelah pelaksanaan ujian tahunan tersebut berakhir.Dilansir dari Newsis, Jumat , karantina panjang bagi penyusun soal CSAT merupakan prosedur rutin yang dianggap sebagai salah satu langkah pengamanan paling ketat dalam sistem pendidikan Korea Selatan.Baca juga: Langkah Baru Pendidikan Korea Selatan: Kampus Mulai Tolak Siswa Pelaku BullyingMenurut Kementerian Pendidikan Korea Selatan dan Korea Institute for Curriculum and Evaluation (KICE), sekitar 500 pembuat dan pemeriksa soal, ditambah 200 staf administrasi, dikarantina sejak 7 Oktober 2025 di lokasi yang tidak diungkapkan.Selama masa karantina mereka tidak diperbolehkan:Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada kebocoran kisi-kisi, soal, maupun jawaban, hal yang dianggap sebagai pelanggaran fatal dalam sistem pendidikan Korea.Menurut laporan The Korea Herald, kebijakan karantina tertutup telah diberlakukan sejak tahun 2000-an dan terus diperketat seiring meningkatnya kasus upaya kebocoran soal.Tim penyusun soal terdiri dari:Baca juga: Korea Selatan Buka 300.000 Kuota Pelajar Internasional: Kuliah S1 Gratis dan Peluang KerjaMereka bekerja dalam beberapa divisi mata pelajaran, antara lain:Seluruh detail proses pembuatan soal, termasuk lokasi karantina, jadwal, hingga identitas peserta, diklasifikasikan sebagai rahasia negara.KICE menyebut sistem tertutup ini dilakukan untuk menjaga kredibilitas CSAT, yang selama puluhan tahun menjadi faktor penentu utama masuk universitas papan atas di Korea Selatan.Baca juga: Korea Selatan Larang Penggunaan HP di Kelas Mulai Maret 2026, Ini AlasannyaSetelah sesi ujian terakhir, yaitu ujian bahasa asing dan aksara Tionghoa, selesai pada pukul 17.45 KST, seluruh anggota tim resmi keluar dari karantina.Dilansir dari Korea Yonhap News, pelepasan tim pembuat soal dilakukan pada sore hari, setelah dipastikan seluruh materi ujian telah diedarkan dan digunakan sesuai prosedur.Baca juga: Langkah Baru Pendidikan Korea Selatan: Kampus Mulai Tolak Siswa Pelaku BullyingMulai 14 - 17 November 2025, KICE membuka periode pengajuan banding atau keberatan soal jika ada peserta yang ingin menilai ketidaksesuaian atau kesalahan teknis pada soal ujian.Sementara itu, hasil resmi CSAT 2026 dijadwalkan diumumkan 5 Desember 2025, sebagaimana dikonfirmasi dalam rilis resmi KICE.


(prf/ega)