Penerbitan Paspor di Imigrasi Nunukan Macet, Jumlah Kunjungan ke Malaysia Tak Berkurang

2026-01-12 03:58:34
Penerbitan Paspor di Imigrasi Nunukan Macet, Jumlah Kunjungan ke Malaysia Tak Berkurang
NUNUKAN, - Penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Nunukan, Kalimantan Utara, tak bisa dilakukan sejak sepekan terakhir di November 2025.Kasi Lalintalkim Imigrasi Nunukan, Hendro Candra Saragih mengatakan, kondisi ini dikarenakan adanya gangguan pada sistem. Ia bilang, gangguan yang sama juga dialami di seluruh kantor Imigrasi se-Indonesia."Ada gangguan sistem pada server Pusat Data Nasional (PDN) Kominfo. Gangguan ini terjadi di seluruh kantor Imigrasi di Indonesia," ujar Kasi Lalintalkim Imigrasi Nunukan, Hendro Candra Saragih, dihubungi, Rabu .Imigrasi Nunukan juga sudah mengumumkan kendala tersebut melalui media sosial (medsos) resmi Imigrasi.Baca juga: Obat Habis, Pria ODGJ di Nunukan Hantam Ibunya hingga Masuk Rumah SakitMereka juga menempelkan selebaran di papan pengumuman Kantor Imigrasi untuk diketahui para pemohon paspor.Hendro mengatakan, pelayanan untuk pembuatan paspor yang bisa dilakukan saat ini hanya pengambilan foto dan data biometrik pemohon paspor.Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sampai kapan gangguan ini bisa terselesaikan."Kita tidak tahu sampai kapan gangguan. Tergantung pusat, kita juga menunggu informasi dari pusat," kata Hendro.Kendati layanan cetak paspor macet, Hendro memastikan masalah itu tak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan ke Tawau, Malaysia.Berdasarkan data Imigrasi Nunukan, jumlah kunjungan dari Pelabuhan Tunon Taka menuju Tawau pada tanggal 3 - 4 November 2025 sebanyak 419 orang, dan pada tanggal 10 - 11 November 2025, sebanyak 460 orang.Hendro menjelaskan, mayoritas masyarakat Nunukan sudah memiliki paspor, sehingga macetnya layanan cetak paspor sama sekali tak mempengaruhi pelayaran Nunukan - Tawau.Baca juga: DPRD Nunukan Kaget Ada PAUD Sewa Ruang Tamu, Siswa Belajar Tanpa Meja KursiBahkan, ia mengatakan, saat ini nilai Ringgit Malaysia juga mencapai Rp 4.050/RM 1. Kondisi ini juga tidak memengaruhi jumlah kunjungan ke Malaysia."Bahkan saat nilai kurs Ringgit Malaysia Rp 4.050/RM 1, kunjungan ke Malaysia tidak berkurang," kata Hendro.Baca juga: Plafon di Sekolah Pedalaman Nunukan Ambruk Menimpa Siswa, Kepsek: Sudah Beberapa KaliUntuk diketahui, nilai Ringgit Malaysia terus mengalami kenaikan.  Dari nilai awal Rp 3.600/RM 1, terus naik di Rp 3.800, menjadi Rp 3.900, dan saat ini di angka Rp 4.050/RM 1.


(prf/ega)