- Pinjaman online atau pinjol kerap dianggap sebagai solusi cepat saat kebutuhan finansial mendesak.Namun, bagi sebagian orang, kemudahan ini justru berkembang menjadi ketergantungan.Dari sudut pandang psikologi, kecanduan pinjol bukan semata soal ketidakmampuan mengelola uang, melainkan berkaitan erat dengan faktor emosional, perilaku, dan tekanan sosial.Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi menjelaskan, pinjol menawarkan apa yang disebut sebagai gratifikasi instan, yaitu kepuasan cepat atas kebutuhan mendesak.“Ketika seseorang sedang tertekan secara finansial atau emosional, pinjol terasa seperti jalan keluar paling mudah. Masalahnya, keputusan ini sering diambil tanpa pertimbangan risiko jangka panjang,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu .Baca juga: Sebelum Putuskan Pinjol, Kenali Tekanan Psikologis yang Sering TerjadiSalah satu alasan pinjol terasa begitu menggoda adalah kemampuannya memberikan rasa lega dalam waktu singkat.Dana cair dengan cepat, prosedur mudah, dan minim interaksi sosial.Secara psikologis, kondisi ini menciptakan ilusi kontrol dan ketenangan sementara atas kecemasan finansial yang dirasakan.Namun, rasa tenang ini bersifat sementara. Saat tagihan datang, tekanan kembali muncul dan sering kali lebih besar.Kondisi inilah yang membuat seseorang kembali menggunakan pinjol lain untuk menutup utang sebelumnya, hingga akhirnya membentuk pola ketergantungan.Baca juga: Mengapa Utang Pinjol Sering Disembunyikan dari Keluarga? Ini Penjelasan PsikologMenurut Meity, kecanduan pinjol juga berkaitan dengan perasaan tidak berdaya atau helplessness.Seseorang merasa tidak memiliki pilihan lain untuk keluar dari masalah keuangan, sehingga pinjol dianggap sebagai satu-satunya solusi yang tersedia.“Dalam kondisi stres tinggi, otak cenderung memilih jalan tercepat untuk mengurangi ketidaknyamanan emosional. Sayangnya, pinjol sering menjadi pelarian, bukan solusi,” jelasnya.Fokus pada kelegaan sesaat membuat seseorang mengabaikan dampak jangka panjang yang sebenarnya sudah disadari sejak awal.Faktor sosial juga memainkan peran penting. Paparan media sosial yang menampilkan gaya hidup serba cukup dan narasi kebebasan finansial dapat memicu tekanan untuk terlihat berhasil.
(prf/ega)
Mengapa Seseorang Bisa Kecanduan Pinjol? Ini Penjelasan Psikolog
2026-01-12 05:46:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:15
| 2026-01-12 04:52
| 2026-01-12 04:24
| 2026-01-12 04:23
| 2026-01-12 03:21










































