Maruarar: Perayaan Natal Nasional 2025 Persembahan untuk Perjuangan Palestina

2026-01-13 14:24:21
Maruarar: Perayaan Natal Nasional 2025 Persembahan untuk Perjuangan Palestina
Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) akan menggelar perayaan Natal nasional 2025 di Stadion Tenis Indoor Senayan pada 5 Januari 2026. Agenda itu sekaligus akan jadi persembahan untuk rakyat Palestina.Ketua Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait mengatakan, perihal ini sudah diketahui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal itu termasuk dalam arahan presiden."Diskusi lagi bagaimana misi perdamaian Palestina kita dukung bagaimana persembahan umat Kristiani yang sedang merayakan natal didedikasikan nanti kita undang," kata Maruarar alias Ara saat rapat natal nasional di Grha PGI Salemba, Jakarta Pusat, Senin .Ara menuturkan, Duta Besar Palestina akan diundang langsung ke perayaan. Nantinya persembahan akan diberikan langsung untuk membantu rakyat Palestina."Persembahan Natal itu diberikan kepada Dubes Palestina. Beliau menyampaikan bagus sekali. Kita melihat itu bukan masalah agama tapi masalah kemanusiaan," imbuh dia.Dia melanjutkan, perayaan Natal nasional tahun ini memang dikhususkan untuk hal tersebut. Menurutnya ini perihal kemanusiaan."Karena kita melihat Palestina itu adalah soal kemanusiaan. Kita mendukung langkah-langkah Bapak Presiden, umat Kristen di Indonesia, umat Kristiani di Indonesia mendukung langkah-langkah, beliau begitu gigih memperjuangkan itu," ucapnya."Dan kita juga ingin memberikan persembahan yang dikumpulkan pada saat Natal itu untuk perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina," sambungnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-13 12:51