Bencana Beruntun Landa Sumut, Puan Desak Pemerintah Percepat Evakuasi dan Bantuan

2026-01-11 22:17:50
Bencana Beruntun Landa Sumut, Puan Desak Pemerintah Percepat Evakuasi dan Bantuan
– Rentetan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) memicu perhatian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani.Ia mendesak pemerintah mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak, menyusul jatuhnya korban jiwa dan kerusakan luas yang terjadi sejak awal pekan.“DPR RI menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas bencana alam di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Kami harap proses evakuasi yang masih dilakukan tim SAR berjalan dengan lancar,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu .Seperti diketahui, empat wilayah di Provinsi Sumut—Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan—dilanda bencana akibat cuaca ekstrem bertubi-tubi pada Senin dan Selasa .Di Kota Sibolga, banjir mengalir deras dan menghantam rumah warga, menyeret kendaraan, hingga merusak sejumlah infrastruktur. Akibat banjir dan longsor ini, lima orang meninggal dunia dan empat orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.Baca juga: Tim SAR Perluas Operasi Pencarian 11 ABK KM Prima Makmur 03 yang Hilang di Laut BandaKemudian di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), banjir bandang menghantam dua desa di Batangtoru, yaitu Aek Ngadol dan Huta Godang. Informasi sementara menyebutkan empat orang meninggal dunia dan ribuan rumah terendam banjir.Bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Selasa . Banjir dan tanah longsor melanda Desa Sitolubahal dan Desa Robean di Kecamatan Purba Tua, mengakibatkan dua rumah dilaporkan tertimbun.Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Tengah yang berada di pesisir Samudera Hindia juga terdampak banjir bandang akibat cuaca ekstrem. Empat warga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir dan longsor di wilayah tersebut.Menanggapi kondisi tersebut, Puan meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata dan memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan tepat waktu, termasuk warga yang berada di lokasi pengungsian.“Setiap kebutuhan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian pemerintah. Pemberian bantuan logistik jangan sampai terlambat, dan area tempat pengungsian harus dipastikan kenyamanannya,” ujarnya.Baca juga: Dorong Digitalisasi Logistik, Paxel Kembangkan Fitur dan Layanan untuk Pengguna dan UMKMPuan juga menekankan pentingnya layanan pemulihan psikologis bagi penyintas.“Pemerintah daerah (pemda) beserta stakeholder terkait perlu menyiapkan layanan trauma healing bagi warga. Bencana alam tidak pernah mudah untuk dilalui, apalagi bagi mereka yang kehilangan,” tambahnya.Lebih lanjut, Puan menyoroti pentingnya koordinasi antarlembaga agar proses evakuasi berjalan efisien.“Hindari ego sektoral, pastikan keselamatan masyarakat yang paling utama,” tegas mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) itu.Puan turut mendorong percepatan rekonstruksi infrastruktur yang rusak, terutama jalan nasional dan jembatan, dengan pendekatan build back better agar lebih tahan bencana.Baca juga: Jalan Merdeka Selatan Ditutup Imbas Demo Guru, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Dilalui


(prf/ega)