JAKARTA, - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat kerugian akibat bencana mencapai Rp 22,85 triliun setiap tahun.Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Medrilzam, menyampaikan data tersebut dalam Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan yang digelar INDEF.Medrilzam menjelaskan Indonesia berada di kawasan rawan bencana. Hampir seluruh penduduk tinggal di wilayah yang terpapar bahaya.“Sebagai catatan rata rata tiap tahun itu ada Rp 22,85 triliun kerugian kita akibat (bencana),” ujar Medrilzam di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat .Baca juga: Risiko Bencana Alam Tinggi, Apakah Indonesia Perlu Asuransi Wajib Bencana?Ia menyebut 96,3 persen penduduk Indonesia terpapar multi hazard. Sebanyak 75 persen infrastruktur nasional juga berada di zona rawan bencana.“Jadi kita ini walaupun membangun sana sini sana sini kita juga mesti aware bahwa kita juga harus bisa merespons,” tutur Medrilzam.Bappenas juga berdiskusi dengan BMKG dan BNPB terkait peringatan dini bencana. Pemerintah mengakui masih kesulitan menerjemahkan peringatan dini menjadi langkah operasional.Begitu peringatan diterbitkan, sering muncul kebingungan apakah harus mengarah ke evakuasi atau tidak.“Selalu yang terjadi sudah kejadian baru BNPB masuk,” kata dia.Medrilzam menilai pemerintah membutuhkan sistem aksi dini. Informasi cuaca dari BMKG harus diterjemahkan jelas di lapangan, termasuk panduan langkah yang harus dilakukan masyarakat.“Nanti harus evakuasi atau tidak apa yang harus dilakukan? Itu yang sekarang sedang disusun programnya oleh teman-teman BNPB,” ujar Medrilzam.Baca juga: Pemerintah Siapkan Konsorsium Asuransi Perlindungan Bencana Alam, Anggaran Capai Rp1 TriliunData BNPB menunjukkan 3.472 bencana terjadi sepanjang 2024. Jumlah ini mencakup 1.420 banjir, 973 kebakaran hutan dan lahan, 733 cuaca ekstrem, 207 tanah longsor, 89 kekeringan, 27 gelombang pasang dan abrasi, 15 gempa bumi, dan 8 erupsi gunung berapi.Bencana tersebut menimbulkan 540 korban meninggal, 11.531 luka atau sakit, serta 8.136.271 orang terdampak dan mengungsi.Kerusakan juga terjadi pada 80.304 rumah, 612 fasilitas pendidikan, 415 fasilitas peribadatan, 82 fasilitas kesehatan, 89 unit perkantoran, dan 445 jembatan.
(prf/ega)
Bappenas: Kerugian Bencana Capai Rp 22,85 Triliun per Tahun
2026-01-11 03:38:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:40
| 2026-01-11 02:25
| 2026-01-11 02:06










































