Mayat Laki-laki Mengambang di Saluran Irigasi Indramayu, Ternyata Korban Laka Lantas

2026-01-12 13:38:39
Mayat Laki-laki Mengambang di Saluran Irigasi Indramayu, Ternyata Korban Laka Lantas
INDRAMAYU, - Warga Desa Cilandak Lor, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki yang mengambang di saluran irigasi, Senin .Setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui merupakan korban kecelakaan lalu lintas tunggal.Kapolsek Anjatan AKP H Rasita mengatakan, korban diduga mengalami kecelakaan sebelum akhirnya tercebur ke saluran irigasi di pinggir jalan raya Desa Cilandak Lor.“Laka tunggal, kemudian tercebur ke sungai,” ujar Rasita saat dikonfirmasi, Senin .Baca juga: Kronologi Kecelakaan Balap yang Tewaskan Awhin Sanjaya di JambiMenurut Rasita, peristiwa bermula sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, warga menemukan sebuah sepeda motor yang tercebur ke saluran irigasi, namun pengendaranya tidak berada di lokasi.Petugas piket Polsek Anjatan yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara.Dari hasil pemeriksaan, sepeda motor yang tercebur diketahui berjenis Honda Beat dengan nomor polisi E 5132 QAC.“Awalnya hanya ditemukan sepeda motornya saja, sementara pengemudi tidak ada,” jelas Rasita.Warga kemudian berinisiatif menutup aliran air irigasi. Sekitar pukul 10.30 WIB, saat debit air mulai surut, warga kembali digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat laki-laki yang mengambang dalam kondisi telungkup di air.Penemuan mayat tersebut sempat direkam warga dan videonya beredar di media sosial. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pemerintah desa dan pihak kepolisian.Polsek Anjatan selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Indramayu serta Puskesmas Anjatan untuk melakukan proses evakuasi.“Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka lecet dan lebam di bagian pelipis yang diduga akibat benturan saat kecelakaan,” ungkap Rasita.Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Sentot Patrol. Di rumah sakit, pihak keluarga datang dan memastikan identitas korban bernama Tasidi.Rasita menambahkan, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.“Dalam pernyataannya pihak keluarga menerima peristiwa tersebut atas takdir dari Yang Maha Kuasa,” kata Rasita.


(prf/ega)