China Simulasi Perang, Adu Kekuatan Jet Tempur J-16 dengan Rafale Buatan Perancis

2026-01-12 07:51:58
China Simulasi Perang, Adu Kekuatan Jet Tempur J-16 dengan Rafale Buatan Perancis
BEIJING, – Stasiun televisi Pemerintah China, CCTV, menayangkan cuplikan langka dari Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF), yang menampilkan simulasi pertempuran antara pesawat tempur multiperan China dan Perancis.Simulasi perang tersebut mempertemukan J-16 melawan Rafale Perancis, yang disebut berhasil dikalahkan oleh jet J-10C buatan China dalam konflik antara India dan Pakistan tahun ini.Meski hasil simulasi tidak diungkapkan, penayangan terbuka ini langsung memicu perhatian luas.Baca juga: Kenapa Jet Tempur China J-10C Bisa Jatuhkan Rafale Saat India-Pakistan Memanas?Sebagaimana dilansir EurAsian Times pada Senin , simulasi perang udara itu digelar di Xuchang, Provinsi Henan, dan menjadi bagian dari upaya PLA mendorong latihan perang berskala besar. Ini disebut sebagai latihan pertama dengan skala seperti itu pada tahun ini.Siaran CCTV tersebut menampilkan dua komandan PLAAF berdiri di depan papan simulasi pertempuran udara antara kekuatan China dan asing.Di sisi kiri papan tertulis label “tugas” dan “kekuatan” dengan keterangan “J-16 x8”, yang merujuk pada delapan jet tempur generasi 4,5 milik China.Sementara di sisi kanan, di bawah label “ancaman”, tertulis “Rafale x6”, yang menunjukkan enam jet Rafale buatan Perancis.Seorang perwira tampak mencatat adanya “ancaman” tambahan, mengindikasikan bahwa simulasi tersebut juga memasukkan berbagai risiko internasional lainnya.Siaran ini disebut “langka” karena Beijing biasanya merahasiakan latihan perangnya, dan informasi semacam itu umumnya hanya muncul lewat video bocoran di internet China.Ketertarikan publik semakin besar karena simulasi tersebut muncul setelah bentrokan udara India–Pakistan pada Mei 2025, yang memicu perdebatan sengit antara jet tempur J-10C buatan China dan Rafale milik India.Pakistan mengeklaim jet J-10C yang dipersenjatai rudal PL-15 berhasil menembak jatuh beberapa Rafale India, dan menyebutnya sebagai kehilangan tempur pertama bagi jet tempur kebanggaan Perancis itu.Pemerintah Perancis, termasuk Dassault Aviation, mengakui kehilangan satu unit Rafale, tetapi menegaskan bahwa insiden tersebut disebabkan kegagalan teknis di ketinggian tinggi, bukan akibat serangan jet tempur China. Klaim Pakistan pun ditolak oleh pihak Perancis.Saat ini, India mengoperasikan 36 jet Rafale, telah memesan 26 varian Rafale-Marine untuk angkatan laut, serta mengusulkan pembelian hingga 114 unit tambahan dalam program Multirole Fighter Aircraft (MRFA) pada September 2025.Sejumlah analis menilai pilihan PLAAF mensimulasikan pertempuran melawan Rafale—bukan Su-30MKI yang lebih mirip dengan J-16—sebagai sinyal ketertarikan China untuk menghadapi jet Barat paling canggih milik India.Hal ini terjadi di tengah ketegangan berkelanjutan di sepanjang Line of Actual Control (LAC) antara China dan India.


(prf/ega)