AHY: PKS adalah Sahabat Kami dalam Berdemokrasi

2026-01-12 04:03:54
AHY: PKS adalah Sahabat Kami dalam Berdemokrasi
JAKARTA, - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan sahabatnya dalam berdemokrasi.Baik ketika masih sama-sama berada di luar pemerintahan, maupun sekarang saat berada di dalam Kabinet Merah Putih.Hal tersebut disampaikannya saat menerima PKS dalam agenda silaturahmi kebangsaan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa .Baca juga: Bertemu AHY, Presiden PKS Jawab Peluang Koalisi dengan Demokrat di 2029"PKS adalah sahabat baik kami dalam berdemokrasi, baik saat berada dalam pemerintahan Presiden SBY selama 10 tahun, ketika berada di luar pemerintahan, maupun kini setelah kita melewati perhelatan Pemilu 2024 dan sama-sama mengemban tugas serta amanah di pemerintahan Pak Prabowo," ujar AHY, Selasa.Partai Demokrat bersama PKS, kata AHY, berkomitmen dalam menyukseskan program prioritas nasional di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Menurutnya, silaturahmi kebangsaan ini penting dalam memperkuat hubungan kebangsaan dan kerja sama strategis antarpartai politik.Baca juga: AHY Singgung Perebutan Demokrat Secara Inkonstitusional Saat Sambut Presiden PKSKhususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi, sosial, dan pembangunan nasional yang tengah terjadi saat ini."Kami ingin mengawal dan menyukseskan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin terus menjaga hubungan yang baik, sekaligus mencari solusi bagaimana ekonomi kita dapat tumbuh dengan baik," ujar AHY.Dalam silaturahmi kebangsaan tersebut, Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf didampingi Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid, Bendahara Umum PKS Noerhadi, Ketua Fraksi PKS DPR Abdul Kharis Almasyhari, serta unsur pimpinan lainnya.Baca juga: Silaturahmi ke Demokrat, Presiden PKS Singgung Demonstrasi Agustus Jadi Bahan IntrospeksiDalam sambutannya, Almuzzammil mengatakan bahwa Partai Demokrat adalah salah satu mitra politik paling strategis untuk membangun ikatan jangka panjang.Alasannya, karena konsisten menjunjung tinggi fatsun politik serta menghormati komitmen bersama."Hal ini telah terbukti dari pengalaman berkoalisi pada masa pemerintahan Presiden SBY hingga dalam berbagai koalisi pada pemilu-pemilu berikutnya. Tradisi saling percaya dan menghormati ini menjadi fondasi kokoh hubungan PKS dan Demokrat," ujar Almuzzammil.


(prf/ega)