“Ketika kita olahraga, ada gaya hidup yang berubah dari kita. Pola pikir juga berubah. Ketika keduanya berubah, faktor stres ini (menurun), yang membantu menjaga kolagen tidak cepat ‘habis’,” jelas Sully.Menurut dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. WIdya Khairunnisa Sarkowi, Msc., sekitar 43,5 persen perempuan berusia 18-34 tahun memiliki kulit kusam yang disebabkan oleh stres.Dalam pemberitaan Kompas.com pada Minggu , tubuh melepaskan hormon kortisol saat dilanda stres. Hormon ini memicu peradangan, menurunkan aliran darah ke kulit, dan merusak lapisan pelindung kulit.Kortisol juga mendorong produksi minyak berlebih dan meningkatkan pembentukan pigmen.“Dampaknya, kulit menjadi kusam, kering, hingga rentan berjerawat. Kortisol juga mempercepat kerusakan kolagen sehingga kulit lebih cepat keriput dan menua,” ungkap dr. Widya.
2026-01-12 07:03:55
(prf/ega)
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:35
| 2026-01-12 06:12
| 2026-01-12 05:07
| 2026-01-12 04:58
| 2026-01-12 04:35










































