JAKARTA, - Isu merger PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Grab Teknologi Indonesia kembali mencuat.Danantara disebut membuka peluang terlibat dalam rencana konsolidasi dua perusahaan teknologi terbesar di Tanah Air.Rumor ini menciptakan spekulasi besar di pasar, mengingat penggabungan keduanya berpotensi membentuk kekuatan dominan di ekosistem digital Indonesia. Namun GOTO menegaskan belum ada perkembangan konkret terkait merger tersebut.Baca juga: Isu Merger GOTO-Grab, Telkom: Kami Blum Punya Direction Tertentu...Keterangan GOTO dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin menyebut perusahaan belum menerima informasi baru di luar yang pernah disampaikan.“Perseroan mengetahui adanya pemberitaan media terkini mengenai kemungkinan tindakan korporasi di masa depan yang melibatkan perseroan. Pada tahap ini, tidak terdapat informasi baru yang dapat kami sampaikan selain dari yang telah perseroan sampaikan di dalam keterbukaan informasi sebelumnya,” tulis manajemen GOTO.GOTO menyebut fokus perusahaan tetap pada operasional, termasuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi. Perusahaan juga terbuka terhadap diskusi strategis selama memberi manfaat jangka panjang.GOTO memastikan setiap langkah konsolidasi kelak akan mengikuti aturan pasar modal dan disampaikan secara transparan. Hingga kini GOTO menegaskan tidak ada informasi tambahan terkait isu merger serta potensi keterlibatan Danantara.CEO Danantara, Rosan Roeslani, sebelumnya memberi sinyal bahwa proses pembahasan merger antara Grab dan GOTO sedang berjalan.“Mereka sedang berjalan, dan mereka juga menyampaikan kepada kami bahwa Danantara terbuka jika ingin berpartisipasi. Mereka terbuka,” ucap Rosan usai PTBI 2025 di Jakarta, Jumat .Baca juga: Soal Merger GoTo–Grab, Bos Danantara: Masih BerjalanIa menambahkan keputusan Danantara masih menunggu hasil pembahasan antara Grab dan GOTO, termasuk soal valuasi dan bentuk konsolidasi yang disepakati.“Sekarang kami persilakan dulu untuk Grab dan GoTo menjalankan proses kerja samanya. Bentuknya apa pun, apakah penggabungan atau lainnya, kami serahkan dulu ke mereka,” kata Rosan.Kesejahteraan mitra pengemudi disebut menjadi syarat utama bagi Danantara jika ikut terlibat dalam aksi korporasi tersebut.“Kalau Danantara masuk, kami ingin memastikan kesejahteraan ojol. Justru itu yang paling utama bagi kami,” ujar Rosan.
(prf/ega)
Isu Merger dengan Grab Menguat, GOTO Beri Klarifikasi
2026-01-12 03:47:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:30
| 2026-01-12 04:14
| 2026-01-12 03:42
| 2026-01-12 03:23
| 2026-01-12 02:41










































