Nataru 2026: ASDP Andalkan Ferizy dan Pelabuhan Pendukung untuk Kelancaran Arus Kendaraan

2026-01-13 01:14:44
Nataru 2026: ASDP Andalkan Ferizy dan Pelabuhan Pendukung untuk Kelancaran Arus Kendaraan
JAKARTA, — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan penuh menghadapi masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui penguatan koordinasi dan layanan pada tiga lintasan utama penghubung Sumatera–Jawa–Bali.Fokus utama ASDP yakni memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat pada salah satu periode perjalanan tersibuk setiap tahun.Direktur Operasi & Transformasi ASDP, Rio Lasse, mengatakan tantangan operasional tahun ini semakin kompleks seiring peningkatan dan dinamika pola pergerakan masyarakat.Baca juga: ASDP Beri Diskon 19 Persen untuk Penyeberangan Akhir TahunANTARA/HO-ASDP Seorang calon penumpang berjalan hendak masuk ke area dermaga untuk memasuki kapal penyeberangan ferry. Menyambut Nataru 2025/2026, ASDP beri diskon hingga 19 persen untuk mendukung mobilitas masyarakat dan stimulus ekonomi nasional.Karena itu, pengelolaan operasional perlu bersifat responsif dan berbasis data.“Digitalisasi tiket melalui Ferizy memungkinkan manajemen arus sejak keberangkatan dari rumah, bukan saat kendaraan tiba di pelabuhan. Ini kunci untuk menjaga kelancaran dan keselamatan,” ujar Rio dalam keterangan tertulis, Selasa .ASDP menerapkan kebijakan pembatasan area pembelian tiket sesuai aturan pemerintah untuk mencegah antrean liar di sekitar pelabuhan.Selain itu, delaying system diperkuat melalui penyanggahan kendaraan di rest area dan ruas arteri sebelum Pelabuhan Merak dan Bakauheni.Baca juga: Antisipasi Lonjakan Nataru, ASDP Siapkan Pola Operasi di Pelabuhan Ketapang dan LembarDi lintasan Merak–Bakauheni, ASDP berkoordinasi dengan KSOP dalam pengoperasian jadwal kapal.Pada puncak Nataru 2025/20256, hingga 47 unit kapal ferry dioperasikan, dengan kapasitas harian mencapai sekitar 25.000 kendaraan melalui 7 dermaga.Pelabuhan pendukung seperti BBJ Bojonegara dan Ciwandan juga disiagakan untuk melancarkan arus kendaraan dan logistik.Sementara itu, lintasan Ketapang–Gilimanuk disiapkan dengan 28 hingga 33 kapal, menyesuaikan kebutuhan lapangan.


(prf/ega)