Warga Tegaskan Pabrik Aqua Tak Timbulkan Kekeringan di Desa Batu Kembar Bogor

2026-01-14 04:06:54
Warga Tegaskan Pabrik Aqua Tak Timbulkan Kekeringan di Desa Batu Kembar Bogor
Warga Desa Batu Kembar, Kabupaten Bogor membantah isu bahwa pabrik Aqua menyebabkan kekeringan. Mereka justru menyebut kehadiran Aqua membantu penyediaan air bersih, membantu fasilitas sekolah dan masjid, dan perbaikan infrastruktur desa."Dulu sebelum ada Aqua, air memang agak sepi dan susah. Setelah ada pabrik Aqua, alhamdulillah warga kami di RW 7 tercukupi karena sudah dibikin akses air bersih di empat RT," kata Ketua RT 04 RW 07, Anda Suhanda dalam keterangan tertulis, Senin (24/11/2025).Ia menyesalkan beredarnya kabar kekeringan di Desa Batu Kembar dan menegaskan informasi tersebut hanyalah hoax, karena kondisi nyata di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.Sebelum pabrik Aqua berdiri, tambahnya, warga Desa Batu Kembar sempat kesulitan mendapatkan air bersih. Namun, kehadiran Aqua kemudian memastikan kebutuhan air layak warga tercukupi dengan membangun sumur bor serta jaringan akses air bersih."Jadi kalau ada yang bilang pabrik Aqua menyebabkan kekeringan itu nggak betul, karena saya sudah merasakan, saya lahir dan besar di sini, orang asli Batu Kembar, selama ada Aqua itu mereka membantu warga kami di RT 2, 4, 5 dan seterusnya," katanya.Selain untuk warga, Aqua juga membangun jaringan akses air bersih dan tiga fasilitas toilet di SDN Batu Kembar yang sebelumnya kesulitan air. Anggota Komite sekolah menambahkan, sebelum Aqua hadir, air bersih tetap sulit diperoleh meski pihak sekolah sudah menggali sumur hingga 15 meter.Lebih lanjut, sumur galian sedalam 15 meter itu tidak pernah mengeluarkan air itu memaksa siswa mengambil air dari sungai terdekat. Menurutnya, kondisi berubah total setelah pihak sekolah mengajukan bantuan ke pabrik Aqua."Alhamdulillah dikasih sumur bor, dikasih tempat cuci. Anak-anak yang mau MCK juga tercukupi kebutuhannya dari sumber air yang dibuat Aqua. Sampai sekarang Aqua melindungi SDN Batu Kembar," katanya.Selain menyediakan air bersih, pabrik Aqua juga berkontribusi pada pembangunan infrastruktur lingkungan. Warga menyebut perusahaan rutin memperbaiki jalan rusak, gorong-gorong, serta melakukan pelebaran akses sehingga jalur kini lebih mudah dilalui kendaraan"Paling banyak ngasih ke kami ya Aqua. Jalan dilebarin lebih dari satu meter, akses motor jadi bisa. Jadi kami sangat berterima kasih," ujarnya.Ketua RT 02, Engkos Kosasih, turut menegaskan warga Desa Batu Kembar tidak mengalami kekeringan. Sebaliknya, menurutnya, keberadaan pabrik Aqua justru memberi banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar.Kosasih menyampaikan Aqua telah membangun sistem air bersih (SAB) untuk warga Desa Batu Kembar. Ia menambahkan, perusahaan juga menyediakan pompa air guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi."Ada yang bilang perusahaan menyebabkan kekeringan, itu tidak benar. Justru kami sangat terbantu dengan prasarana air bersih, SAB, dan bantuan lainnya," katanya.Kosasih mengakui pompa air tidak beroperasi penuh 24 jam dan sengaja dimatikan pada malam hari. Menurutnya, kebijakan ini diterapkan agar pompa tidak cepat rusak akibat pemakaian terus-menerus, dan seluruh warga telah memahami aturan tersebut."Kalau malam kami matikan supaya mesin itu awet. Soalnya kalau siang malam kita pakai, kan mesin cepat rusak. Kalau ada yang bilang dengan ada pabrik Aqua kami kekeringan itu nggak benar, semua justru terbantu," tegasnya.Kepala Desa Ciherang, Haji Aldi Wiharsa, turut meluruskan kabar hoax tersebut. Ia menegaskan keberadaan pabrik Aqua sama sekali tidak menimbulkan kelangkaan air bagi warga setempat.Aldi mengatakan Aqua sudah sangat membantu warga dalam mendapatkan hak mereka atas air bersih. Ia melanjutkan, akses air bersih tersebut diberikan Aqua melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warga di setiap wilayah."Saya akan sedikit klarifikasi bahwasanya Syukur alhamdulillah adanya pabrik PT Tirta Investama Danone Aqua yang ada di desa kami adalah salah satu membantu dengan adanya sarana air bersih yang mungkin diberikan oleh program CSR dari perusahaan tersebut di setiap wilayah," katanya.Aldi bersama warga berharap Aqua terus berkembang sehingga mampu menghadirkan program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Harapan tersebut demi meningkatkan kualitas hidup warga Desa Ciherang agar semakin baik dan berjalan lancar.Warga berharap agar kabar keliru mengenai keberadaan pabrik Aqua segera diluruskan, sebab fakta di lapangan menunjukkan perusahaan justru berperan penting dalam menyediakan air bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-14 03:17