Rencana Ambisius Rusia, Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan pada 2036

2026-01-15 18:04:45
Rencana Ambisius Rusia, Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan pada 2036
MOSKWA, - Rusia memiliki rencana ambisius untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan dalam satu dekade ke depan.Dikutip dari Reuters, Kamis , pembangkit listrik tenaga nuklir ini ditujukan untuk mendukung program luar angkasa dan stasiun penelitian gabungan Rusia-China.Hak ini seiring dengan persaingan ketat di antara negara-negara besar untuk menjelajahi Bulan.Rusia telah membanggakan diri sebagai kekuatan terkemuka dalam eksplorasi ruang angkasa, setelah kosmonaut Yuri Gagarin sukses menjadi manusia pertama yang pergi ke luar angkasa pada 1961.Namun, dalam beberapa dekade terakhir, Rusia telah tertinggal dari Amerika Serikat dan China.Baca juga: Rusia Disebut Diam-diam Kembangkan Senjata Baru, Targetkan Starlink Elon MuskDalam sebuah pernyataan, perusahaan antariksa Rusia, Roscosmos mengatakan, mereka berencana untuk membangun pembangkit listrik Bulan pada 2036.Mereka juga telah menandatangani kontrak dengan perusahaan kedirgantaraan, Lavochkin Association untuk mewujudkannya.Kendati demikian, Roscosmos tidak secara eksplisit menyebut pembangkit listrik tersebut akan bertenaga nuklir.Namun, mengeklaim bahwa para pesertanya termasuk perusahaan nuklir Rusia, Rosatom dan Institut Kurchatov, lembaga penelitian nuklir terkemuka Rusia.Baca juga: Serangan Rusia Menggila, Ukraina Tarik Pasukannya dari Kota SiverskRoscosmos menjelaskan, pembangkit listrik itu bertujuan untuk memasok daya bagi program Bulan Rusia, termasuk robot penjelajah, observatorium, dan infrastruktur Stasiun Penelitian Bulan Internasional gabungan dengan China."Proyek ini merupakan langkah penting menuju terciptanya stasiun Bulan ilmiah yang berfungsi secara permanen dan transisi dari misi sekali waktu ke program eksplorasi bulan jangka panjang," kata Roscosmos.Pada Juni lalu, Kepala Roscosmos, Dmitry Bakanov menuturkan, salah satu tujuan perusahaan tersebut adalah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan dan menjelajahi Venus.Bulan yang berjarak 384.400 kilometer dari planet ini, mengurangi goyangan Bumi pada porosnya, yang memastikan iklim lebih stabil. Bulan juga menyebabkan pasang surut di lautan.Baca juga: Peringatan dari Chernobyl, Serangan Rusia Bisa Runtuhkan Pelindung NuklirAkan tetapi, Rusia bukan satu-satunya negara yang berambisi memiliki pembangkit listrik tenaga Bulan.Sebab, pada Agustus 2025, NASA menyatakan niatnya untuk menempatkan reaktor nuklir di Bulan pada kuartal pertama tahun fiskal 2030."Kita sedang berlomba ke Bulan, berlomba dengan China ke Bulan. Untuk memiliki pangkalan di Bulan, kita membutuhkan energi," kata Menteri Transportasi AS, Sean Duffy.Ia menambahkan, AS saat ini tertinggal dalam perlombaan menuju Bulan. Padahal, energi sangat penting untuk memungkinkan kehidupan berkelanjutan di Bulan dan membuka peluang manusia bisa sampai ke Mars.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 16:06