Kementrans Pelajari Keberhasilan Relokasi 1,3 Juta Penduduk di China yang Kini Sukses Menjadi Kawasan Maju

2026-01-12 04:24:25
Kementrans Pelajari Keberhasilan Relokasi 1,3 Juta Penduduk di China yang Kini Sukses Menjadi Kawasan Maju
– Keberhasilan Pemerintah Kota Yichang, Hubei, China, dalam menyejahterakan 1,3 juta warga yang direlokasi akibat pembangunan Bendungan Tiga Ngarai menjadi pembelajaran berharga bagi Kementerian Transmigrasi (Kementrans).Setelah 32 tahun berlalu, kawasan tersebut berkembang pesat menjadi wilayah transmigrasi modern dengan sektor pertanian, industri rumah tangga, dan pariwisata yang tumbuh signifikan di tingkat global.“Kami belajar banyak dari proses pembangunan ini, terutama bagaimana relokasi sekitar 1,3 juta penduduk dapat dilakukan dengan baik. Pagi tadi kami sempat berkunjung ke beberapa desa transmigrasi dan berdiskusi dengan kepala desa. Mereka sempat khawatir mengenai pekerjaan dan kualitas hidup setelah relokasi,” kata Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Pernyataan tersebut disampaikan Iftitah usai berkunjung ke Desa Xujiachong, Tiongkok, Senin .Baca juga: Pelatihan dan Tips Lolos Beasiswa S3 Fulbright dari Alumni, Catat TanggalnyaKekhawatiran itu dijawab Pemerintah China melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Hasilnya, kesejahteraan masyarakat terdampak relokasi kini meningkat hingga delapan kali lipat dibandingkan sebelum mereka pindah.“Hal-hal seperti inilah yang akan kami pelajari lebih jauh. Kami mencatat adanya pertumbuhan sektor pertanian, seperti komoditas jeruk dan teh, serta penguatan industrialisasi pada industri rumah tangga. Beberapa hasil kerajinan para transmigran bahkan sudah mencapai pasar ekspor,” tutur Iftitah.Keberhasilan Yichang menjadi simbol bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan penduduk, melainkan transformasi sosial-ekonomi yang mampu mengangkat masyarakat dari kemiskinan menuju kemandirian berbasis potensi wilayah.Konsep tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia.Baca juga: Jeruk Madu Yichang, Bukti Keberhasilan Mengubah Kawasan Transmigrasi Jadi Sentra Ekonomi DuniaIftitah berencana memperkuat kerja sama dengan Pemerintah China melalui program pendampingan di wilayah yang terdampak pembangunan, dengan tujuan memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa menimbulkan penggusuran.“Kami tidak ingin lagi terjadi penggusuran. Kami ingin memastikan bahwa hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat sekitar. Program transmigrasi diharapkan tidak memindahkan warga terlalu jauh dari lokasi pembangunan agar manfaatnya tetap terjaga,” ujar Iftitah.Model pemberdayaan seperti di Yichang menjadi contoh penting bahwa transmigrasi dapat meningkatkan kesejahteraan jika diarahkan pada potensi unggulan lokal dengan dukungan industrialisasi dan konektivitas kawasan.Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berencana mengadopsi model keberhasilan tersebut untuk diterapkan di kawasan transmigrasi Indonesia, khususnya di Papua dan Indonesia Timur, dengan mendorong kemitraan antara investor asing, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan masyarakat lokal.Baca juga: PAD Jateng 2026 Ditarget Capai Rp 23,74 Triliun, BUMD Digenjot Sumbang Pemasukan“Tentu saja, pembangunan harus selalu didasarkan pada data dan riset yang kuat. Kami akan melihat peluang yang ada,” imbuh Iftitah.


(prf/ega)