Empati Sejak Dini: Cerita Anak-anak Salatiga Lawan Perundungan Lewat Konferensi ‘Find The Code'

2026-01-15 11:04:59
Empati Sejak Dini: Cerita Anak-anak Salatiga Lawan Perundungan Lewat Konferensi ‘Find The Code'
SALATIGA, - Permasalahan kekerasan anak di Indonesia dari tahun ke tahun kian mengkhawatirkan, baik kekerasan dari lingkungan tempat ia bertumbuh maupun perundungan (bullying).Data yang bersumber dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan peningkatan signifikan kasus kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan dalam beberapa tahun terakhir.Pada tahun 2024, JPPI mencatat kasus kekerasan mencapai lebih dari 100 persen dibandingkan tahun 2023.Sedangkan riset Kemendikbudristek 2022 mengungkapkan bahwa 36,31 persen siswa berpotensi mengalami perundungan dalam berbagai bentuk, baik verbal, fisik, maupun cyberbullying.Di tengah gempuran permasalahan anak, pelibatan suara anak secara langsung seringkali justru terdengar paling pelan.Sekelompok siswa dari SMP Arunika Salatiga memilih untuk tidak tinggal diam.Baca juga: Tiga Pekan Menanti, Keluarga Bocah SD di Wonosobo yang Diduga Korban Bullying Gelisah Tunggu Hasil OtopsiMereka menginisiasi sebuah konferensi unik bertajuk "FIND THE CODE: Konferensi Anak untuk Membaca Dunia dan Menciptakan Solusi."Konferensi ini diikuti oleh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kota Salatiga dan sekitarnya, yang berlangsung di Gedung KH Ahmad Dahlan UIN Salatiga, beralamat di Jl Lingkar Selatan Salatiga Km 2, Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, pada Sabtu .Ini bukanlah konferensi biasa yang biasanya diinisiasi oleh orang dewasa.Sebanyak ratusan siswa SD dan SMP dari Kota Salatiga dan sekitarnya berkumpul untuk melakukan partisipasi bermakna sebagai "Detektif Perubahan" dalam permasalahan anak.Valentina Laras Gita Andaru, Kepala Sekolah SMP Arunika Salatiga, menjelaskan pentingnya mendengarkan langsung suara anak terhadap permasalahannya tanpa mengkerdilkannya.“Konferensi anak ini penting karena justru suara anaklah yang perlu didengar oleh kita orang dewasa, dan kegiatan ini juga jadi investasi jangka panjang supaya sedini mungkin anak memiliki empati, mengenal diri dengan baik sehingga nanti ketika kembali ke sekolah masing-masing, setiap anak menjadi agen perubahan dan membawa ide-ide yang bisa diterapkan di sekolah masing-masing,” ungkapnya.Baca juga: Begini Cara Singapura dan Jepang Atasi Kasus Bullying di SekolahSeusai konferensi, anak-anak membacakan deklarasi agar orang tua mendengarkan tuntutan anak-anak dari hasil konferensi.Kepala sekolah menjelaskan hal ini agar orang tua lebih mendengarkan keluhan anak terhadap masalah yang dihadapinya.“Harapannya di rumah, orang tua lebih banyak mendengarkan anak, supaya rumah jadi tempat nyaman untuk pulang dan berbagi cerita. Kami juga berharap dinas terkait bisa membuka hotline untuk memberikan pelayanan konsultasi gratis agar para remaja ini mendapatkan ruang bercerita pribadinya,” tambahnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-15 11:23