Kapuspen TNI Resmi Berganti, Kini Dijabat Brigjen Aulia Dwi Nasrullah

2026-01-17 01:01:36
Kapuspen TNI Resmi Berganti, Kini Dijabat Brigjen Aulia Dwi Nasrullah
JAKARTA, - Posisi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI resmi berganti setelah Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita memimpin serah terima jabatan (sertijab) di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa .Bukan hanya itu, Tandyo juga memimpin sertijab untuk kedudukan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (Dan PMPP) TNI dan Kepala Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI.Dalam serah terima tersebut, jabatan Dan PMPP TNI diserahkan dari Mayjen TNI Taufik Budi Santoso kepada Brigjen TNI Iwan Bambang Setiawan.Sementara, Jabatan Kapuspen TNI diserahterimakan dari Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah kepada Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.Baca juga: Kaleidoskop 2025: Tragedi Penembakan Bos Rental dan Hukuman Ringan Anggota TNIAdapun jabatan Kapusjaspermildas TNI beralih dari Brigjen TNI Arie Tri Hedianto kepada Kolonel Wing Sukarno.Serah terima jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI dalam pembinaan personel dan kesinambungan kepemimpinan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi satuan.Pergantian pejabat diharapkan memperkuat kinerja organisasi dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.Dalam sambutannya, Tandyo mengapresiasi atas kontribusi dan prestasi prajurit TNI yang terlibat dalam ajang SEA Games.Menurutnya, keterlibatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian prajurit TNI dalam mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional.Baca juga: TNI Bakal Cetak Lebih Banyak Perwira, Menhan Ungkap Alasannya“Banyak prajurit TNI yang kemarin terlibat dalam SEA Games, dan hal tersebut patut kita apresiasi,” ujar dia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Jenderal TNI Tandyo menegaskan, capaian dan dedikasi prajurit TNI di berbagai bidang diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.“Tentunya ini akan memotivasi adik-adik kita, anak-anak kita untuk membela bangsa dan negaranya melalui Tentara Nasional Indonesia,” tegas dia.Menutup sambutannya, Jenderal bintang empat itu mengucapkan terima kasih kepada para pejabat lama atas pengabdian yang telah diberikan.Dia juga memberikan pesan kepada pejabat baru agar dapat melanjutkan dan meningkatkan kinerja organisasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 23:44