Tren Viral Jadi Tumpuan Pedagang Mainan di Asemka, dari Labubu sampai Gasing

2026-01-15 02:17:42
Tren Viral Jadi Tumpuan Pedagang Mainan di Asemka, dari Labubu sampai Gasing
JAKARTA, — Tren viral di media sosial kini menjadi penentu utama roda penjualan pedagang mainan di Pasar Asemka, Tamansari, Jakarta Barat.Di tengah sepinya pembeli dan menurunnya daya beli masyarakat, para pedagang dipaksa beradaptasi dengan cepat—menyisihkan strategi lama dan menggantungkan harapan pada mainan yang sedang ramai diperbincangkan di dunia maya.Sahidi (48), pedagang mainan grosir yang telah berjualan di Asemka sejak 2018, mengakui bahwa pola berdagangnya kini berubah drastis seiring pengaruh media sosial.Baca juga: Penjual Kosmetik Ilegal di Bekasi Beli Bahan Baku dari Pasar AsemkaJika dulu ia berani menyetok berbagai jenis mainan dalam jumlah besar, kini Sahidi hanya berani menampung barang-barang yang sedang viral."Biasanya mah tergantung trennya, viralnya apa. Kalau enggak viral, susah," kata Sahidi saat ditemui Kompas.com di lapaknya, Selasa .Sahidi mencontohkan fenomena boneka Labubu yang sempat meledak dan dicari di mana-mana beberapa waktu lalu.Melihat peluang bisnis, Sahidi langsung berlomba dengan pedagang lain untuk menyetok versi ekonomis dari boneka tersebut karena peminatnya membeludak."Kemarin tuh sempat rame yang boneka-boneka Labubu tuh, kami kan jual versi murah itu kan, nah itu lumayan tuh (penjualannya). Tapi Labubunya abis, sebulan lah, ilang lagi (pelanggannya)," ucap Sahidi.Setelah tren boneka mereda, Sahidi beralih ke tren mainan berikutnya yang sedang naik daun di kalangan anak laki-laki, yakni gasing modern."Anak sekarang lagi pada doyan main gasing. Tapi gasingnya beda enggak kayak kita dulu, lebih cakep dia. Ada yang ada arenanya. Lagi banyak sih (yang cari), gasing," ujarnya.Baca juga: Perjuangan Daniel Biayai Kuliah Anak dari Hasil Jualan Topi di Asemka...Selain gasing, momen pergantian tahun juga dimanfaatkan Sahidi untuk menjajakan terompet dan petasan. Namun, ia mengaku tidak berani menyetok terlalu banyak karena persaingan yang ketat dengan pedagang lainnya.Sahidi menuturkan, apabila hanya mengandalkan penjualan mainan standar seperti mobil-mobilan atau robot yang biasa dibeli untuk kado ulang tahun, pendapatannya tidak akan cukup untuk menutup biaya sewa lapak."Kalau ngarepin pembeli yang beli kado (ulang tahun) atau orang lewat mah, wah enggak bisa nutup sewa lapak. Beneran," keluh Sahidi.Ia juga melihat adanya penurunan daya beli masyarakat yang signifikan dibandingkan masa sebelum pandemi Covid-19.Menurut dia, pengunjung yang datang ke Pasar Asemka kini jauh lebih selektif dan hemat dalam membelanjakan uang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 01:52