Program Mekaar PNM Dukung Ibu Prasejahtera Lewat Pendampingan Usaha

2026-01-15 19:37:40
Program Mekaar PNM Dukung Ibu Prasejahtera Lewat Pendampingan Usaha
Momentum Hari Ibu menjadi pengingat akan peran besar ibu dalam menjaga keberlangsungan keluarga, termasuk melalui usaha-usaha sederhana yang dijalani di tengah berbagai keterbatasan. Di balik aktivitas ekonomi skala kecil, banyak ibu prasejahtera memikul tanggung jawab ganda sebagai penggerak usaha sekaligus penopang kebutuhan keluarga.Keterbatasan modal, rendahnya literasi keuangan, hingga akses pasar yang sempit masih menjadi tantangan yang dihadapi secara bersamaan. Meski demikian, tidak sedikit ibu yang memilih bertahan dan terus belajar agar usaha yang dirintis tetap berjalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.Kelompok inilah yang selama ini menjadi bagian dari program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program ini menyasar pengusaha ultra mikro yang mayoritas perempuan melalui pembiayaan tanpa agunan yang disertai pendampingan usaha secara rutin.Pendekatan Mekaar tidak berhenti pada pemberian modal. Dalam praktiknya, para ibu nasabah didampingi untuk memahami pengelolaan keuangan sederhana, mengenali perubahan kebutuhan pasar, serta membangun kepercayaan diri dalam mengelola usaha yang dijalankan sehari-hari.Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendampingan menjadi fondasi utama agar para ibu tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan usaha."Kami hadir untuk melayani dan mendampingi ibu-ibu dalam menjalani usahanya. Pendampingan ini kami bangun agar para ibu tidak berjalan sendiri, punya ruang untuk belajar, dan percaya diri dalam mengambil keputusan usaha," ujar Dodot dalam keterangan tertulis, Senin (22/12/2025).Pendampingan yang dilakukan secara konsisten tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan riset dampak pemberdayaan holding ultra mikro terhadap literasi keuangan yang dilakukan oleh BRI Research Institute pada 2023, mayoritas nasabah Mekaar mengalami peningkatan ketahanan keuangan.Jika sebelumnya daya tahan finansial hanya berkisar satu hingga dua minggu, kini banyak di antara mereka yang mampu bertahan hingga satu sampai dua bulan. Perubahan ini lahir dari kebiasaan baru dalam mengatur pendapatan, memprioritaskan kebutuhan, serta menyisihkan dana secara lebih terencana.Upaya penguatan juga dilakukan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Melalui pelatihan literasi keuangan, literasi usaha, dan literasi digital, para ibu diperkenalkan pada pencatatan usaha sederhana, penyesuaian produk dengan tren pasar, hingga pemanfaatan kanal digital sebagai sarana pemasaran.Bagi sebagian peserta, proses tersebut menjadi pengalaman pertama dalam memahami usaha secara lebih terstruktur, sekaligus membuka perspektif baru dalam mengembangkan usaha secara bertahap.Dalam semangat Hari Ibu, pendekatan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para ibu prasejahtera yang kerap luput dari sorotan. Mereka tidak hanya mengelola usaha, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi di tengah keterbatasan.Melalui pendampingan yang berkelanjutan, para ibu diberi ruang untuk tumbuh, percaya diri, dan melangkah lebih kuat dalam peran yang mereka jalani setiap hari-baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai penopang utama ketahanan keluarga.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-15 19:17