JAKARTA, - Indonesia dan Jepang menggandeng ratusan perusahaan dalam program percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).Langkah ini dinilai menjadi pilar penting untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah tekanan dan perubahan ekonomi global.Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat bahwa transformasi industri tidak dapat dipisahkan dari penguatan SDM.Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebut pihaknya telah menyusun Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai peta jalan percepatan modernisasi sektor manufaktur Indonesia.Baca juga: Cegah Penipuan Digital, DANA Perkuat Keamanan Pengguna lewat Fitur Scam Checker“Seluruh strategi tersebut bertumpu pada kekuatan SDM industri. Dengan SDM yang kompeten dan adaptif, Indonesia akan mampu mengakselerasi transformasi industrinya menuju negara maju dengan daya saing tinggi,” ujar Agus, Selasa .Saat ini, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bekerja sama dengan Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang serta AOTS Jepang menggelar Simposium LeMMI 4.0 di Jakarta.Kegiatan ini menjadi puncak program Lean Monozukuri for Making Indonesia 4.0 (LeMMI 4.0) dengan fokus mempercepat penerapan lean manufacturing berbasis digital di industri otomotif dan sektor manufaktur lainnya.Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menyatakan bahwa simposium menjadi momentum penting untuk meninjau implementasi lean manufacturing yang telah diterapkan berbagai perusahaan. “Program ini menunjukkan komitmen perusahaan nasional dalam menyiapkan talenta internal sebagai motor transformasi digital,” paparnya.Sejak berjalan empat tahun, program LeMMI 4.0 disebut telah memberikan dampak signifikan, terutama dalam meningkatkan kemampuan tenaga kerja industri untuk menerapkan sistem produksi yang lebih ramping, efisien, dan terintegrasi dengan teknologi otomasi.Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Sidik Herman, menekankan bahwa simposium bukan sekadar evaluasi, melainkan gerbang menuju tahap baru ekspansi Lean Monozukuri.Ia berharap metode dan model technical coaching yang dikembangkan bersama Jepang dapat terus diadopsi oleh lebih banyak sektor industri nasional.Hingga tahun ini, program LeMMI 4.0 telah melibatkan 202 peserta dari 131 perusahaan manufaktur.Fokus pelatihannya mencakup Lean Manufacturing, Lean Monozukuri, smart maintenance berbasis IoT, serta penerapan otomasi industri secara berkelanjutan.Dari pihak Jepang, Director of Asia and Pacific Division, Trade Policy Bureau METI, Hata Yumiko, menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan implementasi program ini di Indonesia. “Setiap peserta LeMMI 4.0 bukan hanya peserta pelatihan, tetapi juga kristalisasi kerja sama strategis Jepang-Indonesia dan penggerak perubahan bagi masa depan industri manufaktur Indonesia,” katanya.Baca juga: Cegah Penipuan Digital, DANA Perkuat Keamanan Pengguna lewat Fitur Scam Checker
(prf/ega)
Percepat Transformasi Digital, RI-Jepang Gandeng Ratusan Industri Nasional
2026-01-12 03:56:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:22
| 2026-01-12 02:27
| 2026-01-12 02:08










































