M Farhan: Warga Cibadak Masih Buang Kotoran ke Sungai Citepus

2026-01-12 06:26:03
M Farhan: Warga Cibadak Masih Buang Kotoran ke Sungai Citepus
BANDUNG, - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa saat mengunjungi Kelurahan Cibadak, ternyata masih ada sejumlah rumah di bantaran Sungai Citepus yang belum memiliki septic tank komunal, sehingga mereka membuang kotorannya (feses) ke sungai.Farhan menilai bahwa septic tank komunal merupakan hal penting untuk menjaga sanitasi lingkungan Kota Bandung.Dengan septic tank komunal, warga tak lagi mencemari lingkungan dengan limbah domestik.Ia menjelaskan bahwa septic tank komunal justru tidak akan mencemari sumur di sekitar permukiman serta menjaga kebersihan sungai dan juga sumber air di lingkungan tersebut.Baca juga: Gang Kelinci Jakbar Akan Punya Septic Tank Komunal, Warga Tak Lagi BAB di Kali“Ini masalah edukasi. Kita harus jelaskan bahwa septic tank justru mencegah pencemaran, bukan sebaliknya. Sangat tidak masuk akal ketika menganggap bahwa buang kotoran ke sungai lebih bersih daripada septic tank komunal,” kata Farhan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu malam.Agar tidak ada lagi yang membuang kotoran ke sungai, Farhan mengatakan bahwa kesadaran warga menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan yang sehat.Menurut Farhan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga perlu memastikan pemahaman masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sanitasi aman.“Kita harus turun menjelaskan langsung agar masyarakat mengerti dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan,” imbuhnya.Selain menyoroti sanitasi, Farhan juga membahas persoalan akses air bersih di kawasan padat penduduk, terutama di wilayah Cibadak.Baca juga: Ibu-ibu Jatuh ke Septic Tank Saat Cari Jalan Pintas, Dibersihkan Pakai Semprotan DamkarBerdasarkan laporan PDAM, distribusi air di wilayah Cibadak masih dilakukan secara bergiliran dua hari sekali karena keterbatasan sumber air baku.“Kota Bandung memang belum memiliki sumber air baku sendiri. Saat ini cakupan layanan PDAM baru sekitar 47 persen, dengan kebocoran mencapai 40 persen. Ini tantangan besar yang harus diatasi bersama,” kata Farhan.Di hadapan para lurah dan pengurus RW di Kelurahan Cibadak, Farhan juga mengingatkan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.Untuk itu, Siskamling Siaga Bencana yang tengah rutin dilakukan Farhan dimanfaatkan untuk meninjau berbagai isu sosial lainnya, mulai dari penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hingga pelaksanaan program Dapur Dahsat dan kepesertaan BPJS Kesehatan di tingkat RW.Melalui forum Siskamling, Pemkot Bandung terus mendorong kolaborasi warga, perangkat daerah, dan mitra kerja dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan tangguh bencana.


(prf/ega)