Changan Fokus Layanan, Teknologi, dan AI untuk Masuk Pasar Indonesia

2026-02-03 20:38:54
Changan Fokus Layanan, Teknologi, dan AI untuk Masuk Pasar Indonesia
JAKARTA, - Merek Changan resmi diperkenalkan di Indonesia. Sebagai permulaan, Changan Indonesia akan jual dua model, Deepal S07 dan Lumin, satu SUV listrik, satu lagi city car listrik.Bisa dikatakan kedua model tersebut mengisi pasar yang sudah ramai. Deepal S07 bersaing dengan BYD Sealion 7 dan Aion V, sementar Lumin bertemu Wuling Air ev, BYD Atto 1, dan Seres E1.Senior Executive Vice President Changan Automobile Ye Pei, menegaskan bahwa kehadiran Changan di Indonesia bukan sekadar untuk bersaing dengan merek lain. Tapi berangkat dari komitmen perusahaan untuk memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Baca juga: Ekonomi Lesu, Pasar Mobil Bekas Merosot pada 2025/FATHAN Changan Deepal S07“Dan tentunya di sini kami ingin menunjukkan bahwa Changan memiliki tujuan utama adalah bisa memberikan layanan terbaik untuk pelanggan Indonesia,” kata Ye Pei di acara Brand Launching, Rabu .Ye Pei menyebut Changan memiliki sejarah panjang selama 163 tahun. Sepanjang perjalanan itu, perusahaan selalu memegang prinsip pelayanan.“Kami selalu memegang inti yaitu berpusat kepada pelayanan, kepada pelanggan dan tentunya kita ini memberikan nilai-nilai yang tinggi kepada para pelanggan kami,” katanya.  Baca juga: Spesifikasi Changan Deepal S07 Versi Indonesia, Meluncur di GJAW 2025/FATHAN Changan Lumin versi IndonesiaIa menambahkan bahwa Changan mampu bertahan karena terus berinovasi dan beradaptasi. “Kami bisa memiliki sejarah yang begitu panjang karena bisa terus berinovasi dan mewujudkan terobosan secara cepat dan dapat menyesuaikan dengan pangsa pasar,” kata Ye Pei.Ye Pei juga menyoroti teknologi inti di balik sebuah mobil. Changan mengutamakan penggunaan kecerdasan artificial atau AI dan mengedepankan nilai ramah lingkungan.“Dimana selain kepraktisan intelijen tapi juga mengusung nilai-nilai Go Green,” kata Ye Pei.Terakhir, Ye Pei menegaskan kalau fokus Changan bukan cuma untuk bersaing, tapi menghadirkan produk dan pengalaman berkendara yang benar-benar berbeda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-03 19:33