JAKARTA, - Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan bahwa Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi telah memenuhi syarat untuk bergabung dengan partainya.Sejumlah syarat yang disampaikan Muzani adalah berstatus warga negara Indonesia (WNI), serta sudah berusia 17 tahun ke atas."Pada prinsipnya Partai Gerindra itu partai terbuka. Partai yang menerima keanggotaan dari mana saja. Yang penting satu, sudah berumur 17 tahun ke atas, atau sudah menikah. Yang kedua dia WNI," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa ."Memenuhi dia syarat itu, saya kira kami bisa menerima siapa saja, dari mana saja, apalagi seorang Budi Arie yang saya kira kita semua sudah tahu semua," sambungnya.Baca juga: Gibran soal Budi Arie Mau Merapat Gerindra: Keputusan TepatKendati sudah memenuhi syarat, Muzani mengaku belum bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk membahas pernyataan Budi Arie tersebut."Belum. Saya belum ketemu Presiden sejak ada berita ini," singkat Muzani menambahkan.Dalam Kongres III Projo pada Sabtu dan Minggu , Budi Arie juga menyampaikan bahwa dirinya akan bergabung dengan Partai Gerindra.Budi Arie pun meminta relawan untuk memahami kondisi ini. Sebab, ia mengaku diperintah oleh Presiden Prabowo Subianto."Jadi mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," ujar Budi Arie.Baca juga: Gerindra: Kami Bisa Menerima Siapa Saja, Apalagi Seorang Budi ArieMantan Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih itu mengatakan, ingin mendukung program pro rakyat yang diusung Prabowo."Pak Jokowi dengan program kerakyatannya dan Pak Prabowo dengan pikiran dan hati yang nyata-nyata jelas-jelas berpihak kepada kepentingan rakyat. Dan itu sesuai dan senapas dengan semangat jati diri dan karakter Projo sebagai organisasi relawan," jelas Budi Arie.Projo, kata Budi Arie, lahir dari semangat bahwa Indonesia memerlukan pemimpin seperti Jokowi. Kelompok relawannya juga merupakan bagian sejarah kepemimpinan Jokowi selama 10 tahun sebagai presiden."Jadi sejarah Projo adalah sejarahnya Bapak Jokowi sampai 10 tahun berlangsung dari 2014 sampai 2024. Karena saya mendapat berita dari berbagai media, kok ada yang bilang Projo pisah dari Bapak Jokowi. Ini luar biasa sekali framing adu dombanya," ujar Budi Arie.Baca juga: Budi Arie Ungkap Hubungannya dengan Jokowi, Usai Nyatakan Bakal Ubah Logo ProjoDok. Istimewa Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua Umum relawan Projo Budi Arie Setiadi di sela-sela Kongres III Projo yang digelar di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu . Setelah 10 tahun pemerintahan Jokowi sejak 2014 hingga 2024, kini Indonesia telah memasuki kepemimpinan baru.Hal inilah yang membuat Projo harus beradaptasi dan bertransformasi untuk menjawab tantangan-tantangan di masa depan.Oleh karena itu, Projo juga menyatakan sikapnya untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka."Kita mendukung dan memperkuat pemerintahan Pak Prabowo-Gibran. Karena itulah kita berharap bersama teman-teman lain dan segenap hadirin sekalian, bersama-sama rakyat kita sama-sama menggerakkan, mendukung memperkuat, agar program-program kerakyatan Bapak Presiden Prabowo bisa betul-betul terasa manfaatnya bagi rakyat," ujar Budi Arie.
(prf/ega)
Muzani Sebut Budi Arie Memenuhi Syarat Gabung Gerindra
2026-01-11 03:46:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:58
| 2026-01-11 03:17
| 2026-01-11 02:55
| 2026-01-11 02:15
| 2026-01-11 01:41










































