Terpanjang di Indonesia, Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi Tembus 81,3 Persen

2026-01-12 02:57:50
Terpanjang di Indonesia, Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi Tembus 81,3 Persen
JAKARTA, - Proyek Jembatan Kaca di kawasan Bendungan Sukamahi, Bogor, Jawa Barat, kini menjadi sorotan bukan hanya karena potensinya sebagai destinasi wisata baru yang memecah kemacetan Puncak, tetapi juga karena ambisi teknologinya.Menjelang target operasional pada pertengahan 2026, pembangunan jembatan ini telah mencapai 81,3 persen dan membawa serta teknologi konstruksi yang diklaim sebagai yang pertama kali diterapkan di Indonesia.Baca juga: Jembatan Manyar Duplikat Siap Difungsikan Desember, Aman buat NataruSite Manager Operation Proyek Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi, Ridwan Budi Santoso, mengungkapkan, Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi dirancang sebagai jembatan kaca terpanjang di Indonesia mengalahkan Jembatan Kaca Seruni Point."Oleh karena itu, secara teknis, proyek ini jauh dari kata sederhana," ujar Ridwan, menjawab Kompas.com, Rabu .Meskipun menempati area yang "sangat kecil", di samping Bendungan Sukamahi, kompleksitas struktur dan teknologi yang digunakan menjadikan proyek ini masif.Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi dirancang sebagai jembatan gantung berteknologi tinggi dengan panjang total 275 meter, di mana bentang kaca yang dapat dipijak sepanjang 210 meter.Inovasi utama terletak pada penggunaan kabel baja tipe Independent Wire Rope Core (IWRC).Menurut Ridwan, teknologi kabel baja pilin, dirangkai dari 14 kawat yang disusun, ini memang tidak umum di Indonesia, namun telah diadopsi dari standar konstruksi luar negeri, khususnya China.Baca juga: Jembatan Merah, Landmark Surabaya yang Dibangun Era DaendelsKabel utama atau suspension cable terdiri dari 56 kabel berdiameter besar yang menopang seluruh struktur. Kabel-kabel ini berfungsi layaknya urat baja, memberikan kekuatan luar biasa pada bentangan yang panjang.Jembatan ini ditopang oleh lima struktut utama yakni Counterweight 1, Pilon 1, Pilon 2, dan Counterweight 2, dengan Pilon utama menjulang setinggi sekitar 29,6 meter di atas deck jembatan.Faktor keamanan menjadi prioritas utama dari infrastruktur ini. Lantai jembatan kaca memiliki ketebalan 3 sentimeter (30 mm). Setiap panel kaca memiliki bobot sekitar 600 kilogram.Dengan bobot sebesar itu, jembatan ini dapat menahan beban hingga sekitar 500 kg per meter persegi, yang artinya mampu menampung kepadatan orang dalam jumlah besar.Terdapat lapisan Wood Plastic Composite (WPC) di sisi kanan dan kiri kaca sebagai pijakan alternatif bagi pengunjung yang fobia ketinggian (acrophobia), memastikan kenyamanan dan keamanan psikologis pengunjung.Baca juga: Jembatan Batam-Bintan Butuh Rp 15 Triliun, Pangkas Waktu 80 PersenRidwan menambahkan, jembatan ini direncanakan memiliki umur layanan (service life) hingga 50 tahun dan telah didesain tahan gempa sesuai Peta Gempa Nasional dan BMKG.Proyek ini tidak hanya fokus pada konstruksi fisik, tetapi juga pada teknologi pengawasan.


(prf/ega)