21 November Memperingati Hari Apa? Ini Penjelasannya

2026-02-02 09:57:45
21 November Memperingati Hari Apa? Ini Penjelasannya
Pada tanggal 21 November 2025, masyarakat Indonesia memperingati Hari Ikan Nasional (Harkannas). Hari ini dirayakan setiap tahun sejak ditetapkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional.Disebutkan dalam Keppres tersebut bahwa Harkannas diperingati dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional. Selain itu juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi.Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan peringatan Hari Ikan Nasional 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merilis informasi terkait tema dan logo resmi peringatan Harkannas, serta rangkaian kegiatannya.Dilansir laman resmi KKP, peringatan Harkannas 2025 mengusung tema "Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045." Bersama dengan tema tersebut juga telah dirilis logo Hari Ikan Nasional 2025 sebagai berikut:Berikut penjelasan makna logonya:Berikut link akses dan unduh logonya:Berikut rangkaian acara atau kegiatan menuju Hari Ikan Nasional 2025:Sementara pada puncak Hari Ikan Nasional 2025 akan diisi dengan kegiatan:21 November MAIN EVENT HARKANNAS 202523 November PUNCAK PERAYAAN HARKANNAS 2025Lebih lanjut, KKP turut mengajak seluruh masyarakat untuk menyemarakkan peringatan Hari Ikan Nasional pada 21 November 2025 dengan langkah sederhana namun penuh makna, yakni dengan makan ikan dan mendukung nelayan lokal.Tonton juga video "Menyantap Nasi Pesisir dengan Ikan Tawah di Sanur"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-02 09:20