Gus Yahya Tegaskan Ketum PBNU Hanya Bisa Diberhentikan Lewat Forum Tertinggi

2026-01-11 03:58:34
Gus Yahya Tegaskan Ketum PBNU Hanya Bisa Diberhentikan Lewat Forum Tertinggi
JAKARTA, - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menekankan bahwa mandataris organisasi hanya bisa diberhentikan lewat forum permusyawaratan tertinggi.Dalam hal ini, forum permusyawaratan tertinggi di PBNU adalah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang terakhir digelar pada 2021."Ini kan sebetulnya hal yang universal ya, dimana-mana kan tidak ada mandataris organisasi bisa diberhentikan di luar permusyawaratan tertinggi, kan tidak pernah ada," ujar Gus Yahya di Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Rabu .Baca juga: Konflik PBNU: Gus Yahya Tak Terima Ada Pj Ketum, Bakal Bikin Rapat PlenoOleh karena itu, ia mengatakan bahwa rapat harian Syuriyah tidak punya kewenangan untuk memberhentikannya dari posisi Ketum PBNU."Sejak awal sudah dibicarakan bahwa rapat harian syuriah tidak berwenang memberhentikan mandataris, dalam hal ini saya sebagai ketua umum," ujar Gus Yahya."Itu saja, kalau tidak berwenang, dilakukan kan ya tetap tidak bisa diterima, sehingga tidak bisa dilanjutkan, tidak bisa dieksekusi," sambungnya menegaskan.Baca juga: Gus Yahya Sebut Keponakan Maruf Amin Tidak Sah Jadi Pj Ketum PBNUSementara itu, Gus Yahya mengungkap bahwa pihaknya akan menggelar rapat pleno pada Kamis .Salah satu agenda rapat pleno tersebut adalah mengevaluasi sejumlah program yang dijalankan oleh organisasinya."Besok (Kamis) pleno akan kita gelar untuk bicara tentang program-program yang akan menjadi tugas-tugas kita, termasuk juga mengevaluasi sejumlah program yang sekarang berjalan," ujar Gus Yahya di Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Rabu .Baca juga: PBNU Bakal Kirim Tim ke Sumatera, Salurkan Donasi hingga Rp 2 Miliar Selain itu, rapat pleno tersebut juga akan membahas langkah yang diambil PBNU dalam membantu penanggulangan bencana di Sumatera.Gus Yahya menyebut, rapat pleno ini merupakan agenda rutin setiap enam bulan yang digelar PBNU."Juga ada khusus nanti yang terkait dengan konsolidasi untuk penanggulangan atau kontribusi NU dalam penanggulangan dampak bencana yang sekarang sedang berlangsung. (Rapat pleno) Rutin enam bulanan," ujar Gus Yahya.Baca juga: PBNU Kubu Zulfa Mustofa Gelar Rapat Gabungan pada 13 Desember, Apa Agendanya?/Tria Sutrisna Pj Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa saat memberikan keterangan usai ditetapkan dalam rapat pleno PBNU, Selasa malam.KH Zulfa Mustofa diklaim telah ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU menggantikan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.Penetapannya dilakukan dalam rapat pleno yang diikuti oleh Mustasyar, A’wan, Syuriyah, Tanfidziyah, serta seluruh pimpinan lembaga dan badan otonom (Banom) PBNU, pada Selasa malam.Usai rapat pleno penetapannya, Zulfa berjanji akan menjalankan amanah sebagai Pj Ketum PBNU dengan sebersih-bersihnya.Baca juga: Harapan Menag Nasaruddin yang Hadir di Rapat Pleno Penetapan Pj Ketum PBNUDalam mengemban jabatan sebagai Pj Ketum PBNU, Zulfa juga akan tetap menjunjung tinggi akhlak dan prinsip kesantrian."Saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri. Karena Tanfidziyah adalah santri," ujar Zulfa.PBNU ke depan, juga dipastikannya lebih solid demi menjaga persatuan sebagai sebuah organisasi."Bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu," ujar Zulfa.


(prf/ega)