Pemkot Semarang Tambah Anggaran Penanganan Banjir Jadi Rp 500 Miliar, Ini Pertimbangannya

2026-01-13 11:26:41
Pemkot Semarang Tambah Anggaran Penanganan Banjir Jadi Rp 500 Miliar, Ini Pertimbangannya
SEMARANG, - Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, Pemerintah Kota Semarang mengalokasikan dana sebesar Rp 700 miliar untuk sektor lingkungan hidup dan ketahanan pangan.Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran ini berkaitan langsung dengan kebutuhan mendasar masyarakat serta tantangan yang dihadapi kota di masa depan."Pada prinsipnya kami mengikuti setiap kebijakan ataupun dinamika fiskal nasional," ujar Agustina dalam keterangan persnya pada Senin .Baca juga: Banjir Semarang Menyusut, Pompa Air Pemprov Jateng Gantian Sedot Banjir di SayungKebijakan anggaran ini disusun di tengah tantangan fiskal akibat pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.APBD Kota Semarang yang mencapai Rp 2.078 triliun pada tahun 2025 diproyeksikan akan turun menjadi Rp 1.635 triliun di tahun 2026.Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp 500 miliar akan digunakan untuk pengendalian banjir, perbaikan drainase, pengelolaan persampahan, dan peningkatan kualitas lingkungan pemukiman.Anggaran untuk sektor ini meningkat dari sekitar Rp 300 miliar pada tahun sebelumnya.Selain itu, Rp 200 miliar akan dialokasikan untuk program ketahanan pangan."Langkah strategis kota Semarang ini selaras dengan visi pemerintah pusat," tambah Agustina.Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah melalui fungsi kontrol yang dimiliki DPRD.Baca juga: Mitigasi Banjir Semarang, BPBD Minta Pompa hingga Kucuran Dana BTTIa menegaskan pentingnya peran DPRD dalam memberikan tanggapan terhadap kebijakan yang diambil."Bervariasi tanggapannya, itu kewajiban DPRD untuk memberikan tanggapan sesuai dengan perintah partainya untuk melakukan fungsi kontrol," tuturnya.Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Semarang menunjukkan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-13 11:10