JAKARTA, - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyebut, 24 perusahaan asing dinyatakan lolos seleksi Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) dalam proyek waste to energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyebutkan bahwa 24 perusahaan asing itu merupakan bagian dari 200 perusahaan yang tertarik dan mengikuti tender proyek WTE.“Ada 200 yang apply pertama, sekarang kita sudah 24 yang sudah lolos hampir tahap terakhir ini,” kata Pandu dalam media briefing di Kompleks Kantor Danantara, Jakarta, Senin .Baca juga: Danantara Mau 30 Persen Saham di Tiap Proyek Sampah Jadi EnergiSebanyak 200 perusahaan itu diketahui berlomba menjadi mitra pemerintah dalam batch pertama proyek WTE.Pada tahap ini, pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 7 daerah.Menurut Pandu, dari 200 peserta tender, sebanyak 100 di antaranya berasal dari dalam negeri, sementara sisanya merupakan perusahaan asing. “Nanti akan ada 33-34 project (WTE), only for the first 7 saja sebanyak itu interest-nya,” ujar Pandu.Ia menyebutkan bahwa dari 24 perusahaan yang lolos tender itu, belum terdapat perusahaan terbuka (Tbk) dalam negeri yang tertarik. “Karena yang pemain emiten lokal belum ada yang punya pengalaman,” kata dia.Dalam forum yang sama, Managing Director, Investment Dananta, Stefanus Ade, mengatakan bahwa 24 perusahaan yang dinyatakan lolos merupakan hasil review terhadap peserta lelang dari seluruh dunia.Pihaknya bakal meminta para perusahaan asing itu untuk mencari partner lokal guna membentuk konsorsium dengan melibatkan pemain lokal baik dari pihak swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).Mereka dibebaskan untuk mengikuti tender di 7 proyek sekaligus atau fokus pada daerah tertentu seperti Bogor atau Denpasar.“Mereka akan melakukan bid untuk masing-masing, 7 kota itu kalau mereka mau ikut semua tendernya, monggo,” tutur Stefanus.Adapun daftar 24 perusahaan asing yang dinyatakan lolos seleksi DPT telah diumumkan BPI Danantara melalui KOMPAS.id pada Jumat malam.Melansir KOMPAS.id, berikut daftar perusahaan tersebut.1. Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering2. ITOCHU Corporation3. China Everbright Environment Group Limited4. Kanadevia Corporation5. PT MCC Technology Indonesia (MCC)6. China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP)7. GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.8. Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd9. Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd10. SUS Indonesia Holding Limited11. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd12. Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd13. CEVIA Enviro Inc.14. China Conch Venture Holding Limited15. China TianYing Inc16. PT Jinjiang Environment Indonesia17. Wangneng Environment Co., Ltd18. Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd19. Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co., Ltd. (CSET)20. Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd21. Grandblue Environment Co., Ltd22. Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc23. Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd24. QiaoYin City Management Co., LtdBaca juga: Mau Bangun Pabrik Obat Plasma di Karawang, Danantara Teken MoU dengan Perusahaan Korea
(prf/ega)
24 Perusahaan Asing Lolos DPT Lelang Proyek Sampah Jadi Listrik
2026-01-12 05:18:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:39
| 2026-01-12 03:58
| 2026-01-12 03:21
| 2026-01-12 03:21










































