- Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Rabu waktu setempat menyerukan agar pelecehan seksual dijadikan kejahatan nasional. Sehari sebelumnya ia menjadi korban pelecehan seksual saat sedang berjalan kaki.Kejadian pelecehan terjadi pada Selasa waktu Meksiko atau Rabu waktu Indonesia. Sheinbaum (63) berjalan kaki keluar dari kompleks Istana Negara menuju kantor Kementerian Pendidikan untuk rapat. Ia memilih jalan kaki karena lokasinya yang dekat, hanya sekitar 5 menit berjalan kaki.Di tengah jalan, warga menyapa Sheinbaum. Sheinbaum pun berhenti untuk balik menyapa mereka. Ketika sedang mengobrol dengan warga, tiba-tiba muncul seorang laki-laki di belakang Sheinbaum.Baca juga: Presiden Meksiko Alami Pelecehan Seksual di Depan Umum, Langsung Lapor PolisiIa merangkul pundak Sheinbaum dan mencium pipinya. Salah seorang anggota staf Sheinbaum maju untuk melepaskan Presiden dari pelukan laki-laki tersebut. Akan tetapi, sebelum melepaskan Sheinbaum, pelaku sempat meraba dadanya. Semua kejadian terekam oleh warga.Presiden perempuan pertama Meksiko itu awalnya tampak bingung dengan insiden yang terjadi, bahkan ia bersedia berfoto dengan pria tersebut. "Orang ini mendekat, dalam keadaan mabuk berat (...) baru setelah saya melihat videonya kemudian saya menyadari apa yang sebenarnya terjadi," kata Sheinbaum.Ia kemudian ditangkap, dan kantor kepresidenan mengonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa orang tersebut telah didakwa dengan "pelecehan", sebuah kategori kejahatan yang ditegakkan di ibu kota dan di sekitar 20 negara bagian Meksiko. Undang-undang pelecehan melarang perilaku cabul, meraba-raba, dan perilaku tidak sopan yang merendahkan martabat dan menyebabkan tekanan emosional.Baca juga: Sebut Miss Meksiko Bodoh, Nawat Itsaragrisil Dibatasi di Miss UniverseAlfredo Estrella/AFP Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyarankan agar Amerika Serikat (AS) disebut dengan nama Amerika Meksiko (Mexican American), sebagai respons terhadap keputusan Trump mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, pada 8 Januari 2025.Insiden ini menyoroti catatan buruk Meksiko terkait keselamatan perempuan, dengan tingginya angka pelecehan seksual. Aktivitas kelompok-kelompok hak asasi manusia juga memperingatkan adanya krisis femisida.Menurut data PBB, sekitar 70 persen perempuan Meksiko berusia 15 tahun ke atas akan mengalami setidaknya satu insiden pelecehan seksual dalam hidup mereka. Tidak hanya itu, PBB menyatakan rata-rata 10 perempuan dibunuh setiap hari di Meksiko.Baca juga: 204 Kasus Femisida Terjadi Sepanjang 2024, 42 Persen Dilakukan PasanganSheinbaum mengatakan pada hari Rabu bahwa ia telah mengajukan tuntutan terhadap pria tersebut dan akan meninjau undang-undang nasional tentang pelecehan seksual. "Pikiran saya adalah: jika saya tidak mengajukan pengaduan, apa yang akan terjadi pada perempuan Meksiko lainnya? Jika ini terjadi pada presiden, apa yang akan terjadi pada kaum perempuan di negara kita?" ujarnya dalam konferensi pers rutinnya di pagi hari.Kota Meksiko mendefinisikan pelecehan seksual sebagai "perilaku yang bersifat seksual yang tidak diinginkan oleh orang yang menerimanya" dan dapat dihukum dengan hukuman penjara satu hingga tiga tahun.Namun, tidak semua negara bagian menganggap pelecehan seksual sebagai kejahatan. "Ini seharusnya merupakan tindak pidana, dan kami akan meluncurkan kampanye," kata Sheinbaum, menambahkan bahwa ia pernah mengalami serangan serupa di masa mudanya.Kelompok-kelompok feminis mencatat bahwa insiden semacam itu merupakan kenyataan sehari-hari bagi banyak perempuan Meksiko.Baca juga: Asri Welas: Kemerdekaan Perempuan Berarti Bebas dari Pelecehan Seksual
(prf/ega)
Presiden Perempuan Pertama Meksiko jadi Korban Pelecehan, Ini Responnya
2026-01-11 23:15:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:39
| 2026-01-11 22:25
| 2026-01-11 21:55
| 2026-01-11 21:12
| 2026-01-11 20:41










































