Warga Tanggamus Lampung Temukan Bayi Perempuan di Lubang Bekas Septic Tank

2026-01-16 09:45:55
Warga Tanggamus Lampung Temukan Bayi Perempuan di Lubang Bekas Septic Tank
- Polres Tanggamus mengidentifikasi temuan seorang bayi perempuan yang dibuang di dalam lubang bekas septic tank sedalam kurang lebih tiga meter di Dusun Sriwidodo, Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Lampung Senin malam.Kapolsek Sumberejo Iptu Zulkarnain mengatakan, bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB dalam kondisi hidup, dan diperkirakan baru berusia satu hari karena ari-ari masih menempel.Menurut Zulkarnain, setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal bersama pihak medis.“Begitu menerima informasi, anggota langsung ke TKP untuk mengamankan dan memastikan kondisi bayi. Bayi ditemukan di dalam lubang bekas septic tank dan berhasil diselamatkan,” kata Zulkarnain, dilansir dari Tribunnews, Selasa .Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Permukiman di Tanggamus, Atap Rumah Warga TerbangZukarnain menjelaskan, penemuan bayi bermula saat seorang warga setempat, Mardiansah (32) tengah akan mengambil minuman di dapur rumahnya.Malam itu, telinga Mardiansah seperti menangkap suara lirih mirip suara kucing.Karena curiga, Mardiansah pun menelusuri sumber suara tersebut dan mendapati suara berasal dari dalam lubang bekas septic tank.“Setelah dipastikan suara tersebut adalah suara bayi, saksi segera meminta pertolongan warga sekitar dan mengevakuasi bayi dari dalam lubang,” jelasnya.Usai dievakuasi, bayi langsung dibersihkan oleh warga dan mendapatkan pertolongan pertama dari bidan desa Pekon Wonoharjo. Dari hasil pemeriksaan awal, bayi perempuan tersebut mengalami memar di bagian lutut kiri, lutut kanan, serta pada bagian hidung.“Alhamdulillah kondisi bayi saat ini stabil dan dalam perawatan bidan desa. Kami terus melakukan pemantauan,” tegasnya.Zulkarnain juga memaparkan bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa satu lembar kain sarung yang digunakan untuk membungkus bayi. Dirinya menegaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orangtua bayi serta motif dugaan penelantaran.“Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait orang tua bayi tersebut agar segera melapor ke Polsek maupun Bhabinkamtibmas atau dapat menghubungi layanan 110,” tandasnya.Artikel ini sebagian telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Bayi Perempuan Dibuang di Lubang Bekas Septic Tank di Tanggamus, Lututnya Memar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 08:37