Kasus Dugaan Anak 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan, Polisi Ungkap Tiga Motif Pemicu Kejadian

2026-01-12 06:41:54
Kasus Dugaan Anak 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan, Polisi Ungkap Tiga Motif Pemicu Kejadian
MEDAN, - Polrestabes Medan menggelar konferensi pers kasus anak, AL (12), diduga bunuh ibu, F (42), di Kota Medan pada Senin .Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengungkapkan motif atau hal yang mendorong AL melukai korban.Pertama, melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak dan ayah yang diancam menggunakan pisau."Kedua, melihat kakak yang dipukuli korban menggunakan sapu dan tali pinggang," kata Calvijn saat menggelar konferensi pers di Polrestabes Medan, Senin."Ketiga, sakit hati game online dihapus," tambahnya.Baca juga: Kasus Dugaan Anak Bunuh Ibu di Medan: Polisi Gelar Pra-Rekonstruksi Selama 6 JamSelain itu, AL kerap kali memainkan game yang menggunakan pisau serta menonton serial anime pada saat adegan menggunakan pisau.Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Medan telah menggelar prarekonstruksi terkait kasus menimpa F."Kurang lebih 6 jam, tim telah melaksanakan prarekonstruksi kedua," kata Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak saat diwawancarai di lokasi pada Minggu .Ia menerangkan, prarekonstruksi pertama sudah dilakukan di lokasi pengganti, yakni di Polrestabes Medan beberapa waktu lalu."Prarekonstruksi hari ini kami lakukan dengan pemeran sesuai dengan fakta aslinya. Setidaknya ada 43 adegan," ujar Calvijn.Baca juga: 16 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu di Medan Adapun dalam prarekonstruksi ini, saksi maupun terduga pelaku didampingi psikolog serta petugas dari dinas perlindungan anak."Selain prarekonstruksi, kami kembali melakukan proses penggeledahan. Ada beberapa barang-barang yang kami bawa untuk didalami," tambahnya.Sebelumnya, F ditemukan meninggal dunia pada Rabu .Kepala Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, mengungkapkan situasi saat tiba di lokasi kejadian."Saya lihat korban sudah tergeletak di dalam kamar lantai satu, di atas kasur, bersimbah darah," kata Tono kepada Kompas.com.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-12 05:48