- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat agenda transformasi sektor manufaktur nasional melalui integrasi digitalisasi industri dan pengembangan industri hijau.Upaya tersebut mendapat apresiasi publik melalui penganugerahan Tokoh Akselerator Transformasi Industri Hijau kepada Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam ajang detikcom Awards 2025.Penghargaan ini sekaligus melanjutkan torehan positif Kemenperin dalam memacu transformasi struktural sektor manufaktur.Agus menyampaikan, kebijakan transformasi hijau sejalan dengan komitmen nasional dalam mencapai Net Zero Emission (NZE).Baca juga: Demi NZE 2060, RI Tak Boleh Korbankan Hutan dan Gambut untuk Transisi Energi“NZE nasional ditargetkan tercapai pada 2060, tetapi untuk sektor manufaktur kami majukan ke tahun 2050. Jadi, 10 tahun lebih cepat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu .Agus menegaskan bahwa percepatan transisi menuju industri hijau memiliki tantangan mendasar pada aspek pemahaman pelaku usaha.“Yang kami hadapi adalah tarik menarik antara ini dianggap cost atau investment,” ungkapnya.Oleh karena itu, Kemenperin secara berkesinambungan melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pelaku industri agar transformasi industri hijau dipahami sebagai bentuk investasi masa depan, yang manfaatnya sudah dapat dirasakan oleh para pelaku usaha pada jangka menengah.Baca juga: Jalan Baru Menuju Industri Hijau RI, Kemenperin Godok Beragam Regulasi Sebagai bukti kehadiran pemerintah dalam mengawal agenda tersebut, Kemenperin menyiapkan kerangka regulasi pembentukan nomenklatur Green Industry Services Company (GISCO).Inisiatif ini telah memperoleh dukungan penuh dari World Bank, termasuk dukungan soft loan dan grant, serta telah tercatat dalam Blue Book.“GISCO akan menjadi jembatan antara pelaku industri yang memang sudah siap untuk transformasi dengan financial company, teknologi provider, dan lain sebagainya. Jadi, GISCO ini akan dibentuk dalam waktu dekat untuk mempercepat transformasi industri hijau,” kata Agus. Lebih lanjut, ia mengajak pelaku industri untuk tidak menunda implementasi transformasi industri hijau. Menurutnya, dinamika pasar global telah bergerak cepat menuju produk berkelanjutan.Baca juga: Industri Hijau Jadi Senjata Baru RI Hadapi Iklim dan Persaingan Global“Kalau tidak, para pelaku industri akan ketinggalan kereta,” ucap Agus.Transformasi industri hijau merupakan kelanjutan dari agenda digitalisasi manufaktur yang telah diinisiasi melalui Peta Jalan Making Indonesia 4.0.Sejak diluncurkan pada 2018, implementasi peta jalan tersebut mampu memacu performa sektor manufaktur.
(prf/ega)
Menperin Raih Penghargaan Tokoh Akselerator Transformasi Industri Hijau
2026-01-12 06:04:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:02
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 04:43
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 04:23










































