JAKARTA, - Berbicara soal jembatan bailey, tentu perannya sangat dibutuhkan untuk menciptakan konektivitas "instan" usai jembatan eksisiting runtuh pasca terjadinya bencana alam.Langkah awal inilah yang dilakukan Pemerintah usai banjir bandang dan tanah longsor menerjang Bireuen, Provinsi Aceh.Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, konektivitas merupakan urat nadi pemulihan wilayah pasca bencana.Baca juga: Mulai Dipasang di Bireuen, Begini Asal-usul Jembatan Bailey“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda sejak awal untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata dia dalam keterangannya, Senin .Lantas, seperti apa komponen jembatan bailey hingga menjadi solusi pengganti jembatan eksisting yang rusak?Jembatan Bailey terdiri atas tiga bagian utama dengan kekuatan yang ditopang panel di samping.Umumnya, panel jembatan memiliki panjang 3 meter, tinggi 1,5 meter, persilangan masing-masing berbobot 260 kilogram.Sementara itu, lantai jembatan terdiri atas sejumlah transom 19-kaki-lebar (5,8 meter) yang berjalan melintasi jembatan, dengan stringer 10-kaki-panjang (3,0 meter) di bagian bawah, membentuk persegi.Transom diletakkan di chord panel yang lebih rendah, dan klem menyatukannya. Stringer ditempatkan di atas bingkai struktural yang sudah terpasang, dan papan kayu ditempatkan di atas stringer sebagai landasan.Daya tahan dan kekuatan jembatan ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jembatan Bailey diklaim mampu menopang kendaraan berat seperti tank baja dan alat perang alutsista yang lainnya. Kekuatan Jembatan Bailey ini dapat dibuktikan di banyak tempat.Tak dapat dimungkiri, jjembatan bailey memang sangat familiar di Indonesia untuk dibangun di tempat-tempat terjadinya bencana alam sebagai pengganti jalur akses penghubung di sautu daerah.Jembatan bailey tercatat pertama kali dipasang di 237 Field Company R.E untuk melintasi Sungai Medjerda, Medjez el Bab di Tunisia, pada malam 26 November 1942 dalam tempo teramat singkat.Di tempat lain, di Leonforte-Sisilia, Jembatan Bailey dibangun oleh Royal Canadian Engineers dalam kondisi baku tembak.Tercatat pula Jembatan Bailey yang dibangun melintas Sungai Saar, dilakukan saat terjadi perang besar yang melibatkan artileri dan tank.Baca juga: Percepat Pemulihan Konektivitas Bireuen, Jembatan Bailey DipasangKetika pertempuran reda, Jembatan Bailey di atas sungai ini mengalami kerusakan dengan beberapa lubang di panelnya, sehingga mustahil menahan mobilisasi tank dan artileri.
(prf/ega)
Mudah Dibongkar Pasang, Seperti Apa Komponen Jembatan Bailey?
2026-01-13 05:47:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 05:38
| 2026-01-13 05:20
| 2026-01-13 05:04
| 2026-01-13 04:47
| 2026-01-13 04:07










































