Bagaimana cara menjaga tubuh tetap sehat dan pikiran tetap waras saat harus bolak-balik antarkota di tengah musim hujan yang tak menentu?Tinggal di Bogor berarti berdamai dengan hujan hampir sepanjang tahun. Bahkan di luar musim penghujan sekalipun, kota ini tetap setia dengan curah hujannya.Namun, setiap kali bulan-bulan musim hujan datang, selalu ada perubahan kecil yang terasa di rumah.Mama biasanya mulai menyiapkan hal-hal sederhana tapi bermakna: baju ganti, payung, jas hujan, serta bekal sayur yang porsinya lebih banyak dari hari biasa. Sesekali, buah-buahan ikut diselipkan.Bukan multivitamin mahal yang jadi andalan, melainkan makanan rumahan dan rimpang-rimpang yang dipercaya sejak lama menjaga daya tahan tubuh.Saya tumbuh dengan kondisi badan yang cenderung ringkih. Batuk dan pilek mudah datang, terutama saat musim hujan mencapai puncaknya.Apalagi ketika Desember tiba, pekerjaan justru menuntut aktivitas luar ruangan yang padat, ditambah begadang yang sering kali tak terhindarkan. Dalam kondisi seperti itu, persiapan sederhana menjadi semacam tameng awal.Kadang saya membuat pir kukus dengan jahe dan kayu manis—resep sederhana yang sudah akrab sejak kecil. Jika tubuh mulai terasa tidak enak, minyak angin, jahe hangat, madu asli dari peternak langganan, dan buah-buahan menjadi andalan untuk membantu pemulihan.Baju ganti selalu ada di laci kantor. Alasannya praktis: ketika tiba dengan pakaian basah kuyup, tubuh harus segera kering.Begitu pula saat hujan deras tak kunjung reda menjelang pulang, baju ganti membantu mencegah badan menggigil atau masuk angin di perjalanan.Memang, ransel jadi lebih berat. Tapi itu konsekuensi yang sudah biasa diterima pekerja antar kota.Perjalanan Bogor–Jakarta mungkin tidak jauh di peta, tetapi realitasnya sering berbeda. Hujan di jam pulang hampir selalu berarti kemacetan panjang.Menunggu hujan reda bisa membuat waktu pulang semakin larut, sementara bertahan berjam-jam dengan pakaian basah jelas bukan pilihan yang aman bagi tubuh.Tak heran jika banyak orang bersiap lebih ekstra saat musim hujan. Sakit ringan seperti batuk dan pilek saja sudah cukup mengganggu, apalagi bagi pekerjaan yang menuntut fokus dan konsentrasi.Oleh karena itu, pesan sederhana dari orang tua selalu terasa relevan: makan tepat waktu, jangan biarkan perut kosong, dan sebisa mungkin hindari kehujanan.
(prf/ega)
Dilema Pekerja Antarkota: Hujan, Perjalanan, dan Daya Tahan Tubuh
2026-01-12 04:55:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:16
| 2026-01-12 03:10
| 2026-01-12 03:08
| 2026-01-12 03:04










































