IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini, Naik ke Level 8.439

2026-02-08 17:31:33
IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini, Naik ke Level 8.439
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan Senin . Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG naik 25,28 poin atau 0,30 persen menuju level 8.439,64. Mengutip RTI, IHSG dibuka di 8.458,29 dan sempat menyentuh level tertinggi hari ini di 8.466,87, sebelum kemudian bergerak dalam rentang fluktuatif. Adapun posisi terendah sementara berada di 8.434,57. Aktivitas perdagangan berlangsung cukup dinamis. Total volume transaksi mencapai 5,11 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,53 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 272 saham menguat, sementara 214 saham melemah dan 204 lainnya stagnan. Baca juga: IHSG Hari ini Berpeluang Menguat ke Level 8.577, Berikut Saham Pilihan Analis Mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan lonjakan 1,24 persen, diikuti sektor cyclical yang naik 1,27 persen, menjadi dua motor utama penggerak IHSG. Sektor teknologi juga naik 0,77 persen, sementara energi menguat 0,57 persen, sektor non-cyclical dan basic industry turut bergerak positif, masing-masing naik 0,42 persen dan 0,36 persen. Adapun sektor kesehatan mencatat penguatan tipis sebesar 0,15 persen, disusul sektor properti yang hanya naik 0,05 persen. Sebaliknya, beberapa sektor justru melemah. Sektor industri turun 0,13 persen, diikuti sektor keuangan yang terkoreksi 0,08 persen. Sektor transportasi juga bergerak negatif meski tipis, yakni melemah 0,07 persen. Baca juga: IHSG Sepekan Naik 0,52 Persen, Kapitalisasi Pasar Rp 15.391 Triliun Sebelumnya IHSG diproyeksikan bergerak menguat pada awal pekan ini, setelah perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis atau terkoreksi 0,07 persen ke level 8.414. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG masih bergerak dalam bagian wave (iii) dari wave [iii], sehingga secara teknikal indeks memiliki potensi melanjutkan penguatan menuju kisaran 8.540-8.577 pada perdagangan hari ini. Meski demikian, analis mengingatkan agar pelaku pasar tetap mencermati potensi tekanan jual, khususnya pada skenario koreksi (label merah) yang dapat membawa IHSG menguji area 8.311-8.350 sekaligus menguji support trendline jangka pendeknya. “Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8,540-8,577. Namun cermati label merah, dimana koreksi IHSG akan menguji rentang 8,311-8,350 sekaligus menguji support trendline,” ujar Herditya dalam analisa hariannya, Adapun level teknikal penting yang perlu diperhatikan hari ini berada pada support 8.341 dan 8.276, sementara area resistance tercatat di 8.488 dan 8.532. Baca juga: IHSG Loyo, Tapi 10 Saham Ini Tetap Diborong Asing Sepekan Terakhir Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, menyebut IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.350-8.440. “Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.350-8.440,” paparnya.Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-08 15:00