JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 secara terbuka di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat .Dalam konferensi pers itu, Pramono menyampaikan, laporan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah."Penyampaian APBD secara terbuka ini merupakan langkah penting untuk membangun budaya transparansi yang selalu kami inginkan. Mungkin ini yang kedua kali bagi Balai Kota, tetapi bagi tingkat provinsi, rasanya baru Jakarta yang menyampaikan secara terbuka dan transparan," ujar Pramono dalam paparannya, Jumat.Baca juga: Normalisasi Ciliwung, Pramono Siapkan Rp 232 Miliar untuk Pembebasan LahanData yang termuat dalam laporan APBD DKI Jakarta diambil hingga 20 November 2025.Berdasarkan data Kuartal III 2025, ekonomi Jakarta mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,96 persen."Angka ini menunjukkan pemulihan dan stabilitas ekonomi Ibu Kota di tengah tantangan global," kata Pramono.Selain pertumbuhan ekonomi, Pramono juga menyoroti keberhasilan Jakarta menjaga inflasi di angka 2,69 persen per Oktober 2025."Inflasi Jakarta lebih rendah dari inflasi nasional yang berada di angka 2,86 persen. Hal ini memperlihatkan harga barang dan jasa di Jakarta relatif terkendali dan stabilitas pasokan terjaga dengan sangat baik," ucap Pramono.Strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui pendekatan "4K", yakni menjaga keterjangkauan harga, menjamin ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, dan memperkuat komunikasi publik.Sementara Anggaran Perubahan (APBDP) DKI Jakarta 2025 tercatat pada angka sebesar Rp 91,86 triliun, dengan tren realisasi yang dinilai sangat positif.Pendapatan daerah tercatat naik signifikan dari Rp 62,39 triliun pada Oktober menjadi Rp 68,53 triliun pada November."Realisasi pendapatan mencapai 81,15 persen dari target Rp 84,45 triliun sampai akhir Desember nanti," kata Pramono.Sementara itu, belanja daerah meningkat menjadi Rp 51,98 triliun atau 60,46 persen dari target anggaran senilai Rp 85,97 triliun.Baca juga: Tekan Tawuran, Pramono Buka Akses Lapangan Kerja bagi Pemuda RentanPramono mengaku optimistis serapan anggaran akan lebih maksimal di akhir tahun, karena proses pengadaan barang dan jasa masih terus berjalan."Peningkatan realisasi belanja di akhir tahun dapat dipastikan, mengingat masih ada sekitar 21.631 paket pengadaan barang jasa yang telah dilaksanakan, dan proses tender oleh Pokja BPPBJ telah mencapai 95,34 persen," ujar dia.
(prf/ega)
Pramono Pamer Kinerja di Jakarta: Ekonomi Stabil, Inflasi Terkendali
2026-01-11 19:51:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 20:42
| 2026-01-11 20:40
| 2026-01-11 20:31
| 2026-01-11 20:13
| 2026-01-11 18:36










































