- Masa awal kehidupan anak adalah periode perubahan tercepat yang membentuk pola belajar, kepercayaan diri, dan keseimbangan emosional di masa depan.Dalam proses ini, tekanan emosional pada pengasuh utama—terutama ibu—menjadi fokus utama para ilmuwan karena dapat mengganggu perkembangan dini anak.Sebuah penelitian berskala besar di Jepang kini memberikan wawasan yang jelas.Temuan tersebut menunjuk bahwa pada periode spesifik di awal kehidupan anak, stres Ibu pasca melahirkan meninggalkan jejak paling dalam pada perkembangan anak.Temuan ini menawarkan panduan berharga bagi keluarga dan program kesehatan publik.Baca juga: Dari Nessie hingga Yeti: Ketika Makhluk Misterius Melahirkan Industri WisataTim peneliti di Jepang melibatkan lebih dari 82.000 pasangan ibu-anak.Tekanan emosional ibu direkam selama akhir kehamilan dan direkam lagi ketika anak mencapai usia satu tahun.Perkembangan dini anak dipantau mencakup keterampilan komunikasi, kontrol gerakan, pemecahan masalah, dan perilaku sosial saat anak memasuki masa balita.Untuk memisahkan pengaruh berbagai faktor, peneliti menggunakan alat statistik khusus, termasuk marginal structural model, yang membantu memisahkan pengaruh stres selama kehamilan dari pengaruh stres selama tahun pertama setelah melahirkan.Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan emosional yang dialami ibu satu tahun setelah melahirkan, dampaknya lebih jelas dibanding stres selama kehamilan.Risiko keterlambatan perkembangan meningkat di banyak area, termasuk komunikasi, kontrol gerakan, keterampilan sosial, dan pemecahan masalah.“Hasil dari penelitian kami secara jelas menyoroti perlunya mendukung kesehatan mental ibu setiap saat mulai dari kehamilan hingga 1 tahun pascapersalinan,” kata Dr. Kenta Matsumura dari Aomori University of Health and Welfare dikutip Earth.com.Ketika tekanan muncul pada kedua periode (selama kehamilan dan setelah melahirkan), risiko keterlambatan perkembangan anak meningkat secara aditif.Stres Ibu pasca melahirkan dapat mengganggu perkembangan dini anak melalui beberapa cara:Baca juga: Ibu Wajib Tahu: Konsumsi Daging Sapi Vs Nabati Pengaruhi Perkembangan BayiPola dalam penelitian ini menekankan perlunya dukungan berkelanjutan untuk Kesehatan Mental Ibu.Meskipun dukungan selama kehamilan sangat penting, hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan berkelanjutan selama tahun pertama pascapersalinan dapat memberikan nilai yang lebih besar dalam mengurangi risiko.“Dalam merancang kebijakan kesehatan masyarakat, kesehatan ibu dan anak, dan dukungan pengasuhan anak, wawasan ini akan sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti,” tutup Dr. Matsumura.Penelitian yang melibatkan analisis skala besar dan pemodelan canggih ini, memberikan pemahaman yang kuat tentang waktu kritis di mana stres Ibu pasca melahirkan memberikan tanda terdalam pada kehidupan awal anak.
(prf/ega)
Stres Ibu Setelah Melahirkan Berdampak ke Perkembangan Anak
2026-01-11 22:22:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:04
| 2026-01-11 21:57
| 2026-01-11 21:19
| 2026-01-11 21:16
| 2026-01-11 20:26










































