Menggagas Pendidikan Ramah Difabel: Kisah Iptu Efendi dan SLB Swadaya ABC Kendal

2026-01-12 12:29:34
Menggagas Pendidikan Ramah Difabel: Kisah Iptu Efendi dan SLB Swadaya ABC Kendal
KENDAL, - Bagi Iptu Efendi Yulianto, hidup di dunia adalah ladang untuk akhirat.Prinsip itu ia wujudkan dengan terus berupaya memberi manfaat bagi masyarakat, termasuk memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).Ia percaya, setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita, tanpa terkecuali anak-anak dengan kondisi tunarungu, tunanetra, tunadaksa, tunagrahita, autisme, maupun tunaganda.Efendi sendiri memiliki anak kembar, dan salah satunya memiliki keterbatasan mental.Anggota Polres Kendal ini pun menyekolahkan anaknya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Swadaya ABC Kendal, salah satu dari dua SLB yang ada di Kendal saat itu.“Anak saya sekolah di SLB Swadaya ABC karena dekat dengan Mapolres Kendal tempat saya bertugas,” kata Efendi, saat ditemui Kompas.com, Senin .Baca juga: Terima Kursi Roda dari Pemkab Jember, Kini Sang Perintis SLB Bintang Nusantara Lebih Fleksibel BeraktivitasKOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN SLB Swadaya ABC Kendal. KOMPASIANA.COM/SLAMET PRIYATINDari interaksinya dengan para orang tua siswa lain, ia mengetahui masih banyak anak dengan keterbelakangan mental yang belum disekolahkan, meski hak pendidikan melekat pada setiap anak.“Kalau SLB Swadaya ABC tutup, bagaimana dengan anak-anak yang mempunyai keterbelakangan mental? Kasihan kalau tidak mendapat pendidikan,” ujarnya.Efendi akhirnya ditunjuk menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya yang membawahi SLB Swadaya ABC Kendal.Sekolah ini kini berlokasi di Desa Karang Tengah, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.“Saya menjadi ketua yayasan sejak tahun 2006,” ujarnya.Baca juga: Cerita Kepsek Laela, Dapat Bantuan Rp 390 juta untuk Revitalisasi SLB, Kumuh dan Plafon RobohSebelumnya, SLB Swadaya ABC berada di bawah yayasan di Kota Semarang. Namun pada tahun 2003 dilepas dan harus mandiri.Saat itu, pengurus sempat kebingungan karena sekolah hanya menyewa rumah di Jalan Sukarno-Hatta.Setelah menjadi Ketua Yayasan pada 2006, Efendi bersama pengurus berusaha mencari lokasi sekolah yang baru.Berkat bantuan salah satu komite sekolah, mereka mendapatkan gedung bekas SMA yang sudah tidak dipakai di Desa Karang Tengah, Kecamatan Kaliwungu.


(prf/ega)