Pertamina Kirim BBM dan LPG via Udara ke Bener Meriah, Aceh, Jalur Darat Masih Tertimbun Longsor

2026-01-13 00:05:52
Pertamina Kirim BBM dan LPG via Udara ke Bener Meriah, Aceh, Jalur Darat Masih Tertimbun Longsor
BENER MERIAH,  - Pertamina Patra Niaga kembali mengirimkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG menggunakan moda udara ke Bandar Udara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Selasa . Distribusi untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah terpaksa lewat jalur udara karena jalan yang tertimbun longsor belum bisa dipulihkan. Kondisi jalan masih amblas dan sejumlah jembatan putus  akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu.Baca juga: 10 Mahasiswa KKN Terjebak Berhari-hari di Bener Meriah, Kondisinya KritisCorporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyebutkan pengiriman dalam jumlah terbatas yaitu LPG Bright Gas 5,5 kg sebanyak 10 tabung yang diterbangkan menggunakan pesawat Casa TNI AL dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe.Selain itu BBM jenis gasoline—Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo—dengan total 2.800 liter, serta BBM jenis gasoil—Pertamina Dex, Dexlite, dan BioSolar—sebanyak 8.000 liter.“Pertamina Patra Niaga terus memastikan distribusi energi berjalan lancar. Pada wilayah tertentu yang aksesnya terbatas, pengiriman melalui jalur udara menjadi opsi terbaik agar kebutuhan energi masyarakat dan fasilitas pelayanan tetap terjaga,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya.Baca juga: Nekad Tempuh Jalur Bener Meriah-Aceh Utara dalam Sehari Semalam, Berharap Tak Ada Longsor SusulanDi menyebutkan, Patra Niaga juga menyalurkan berbagai bantuan logistik sejak 3 Desember 2025 untuk membantu masyarakat terdampak bencana berupa 490 kilogram beras, 78 kardus mie instan, 54 kardus air mineral, dan 100 kardus biskuit.Selain itu Pertamina menyalurkan bantuan kesehatan berupa 70 kardus masker, obat-obatan, dan vitamin.Baca juga: Pertamina: Penyaluran BBM dan LPG Berangsur Pulih, Bener Meriah-Aceh MenyusulSementara itu, kebutuhan harian masyarakat turut dipenuhi melalui penyaluran 100 selimut, 100 handuk, serta 10 lampu emergency, ditambah 1 unit genset untuk mendukung operasional posko dan fasilitas pelayanan publik yang terdampak. “Seluruh bantuan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan,” pungkasnya.


(prf/ega)