Alumni Kampus Terdampak Banjir Sumatera Bisa Ajukan Dokumen Pengganti Ijazah

2026-01-12 04:24:05
Alumni Kampus Terdampak Banjir Sumatera Bisa Ajukan Dokumen Pengganti Ijazah
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) membuka kesempatan bagi alumni perguruan tinggi yang menjadi korban bencana Sumatera mengajukan dokumen pengganti ijazah.Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikti Saintek Khairul Munadi di sela-sela penyerahan bantuan untuk mahasiswa di Universitas Andalas (Unand) yang turut menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor."Kalau ada isu terkait dokumen kelulusan yang hilang akibat bencana, tentu Kemendikti Saintek memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan dokumen pengganti," kata Khairul dikutip dari Antara, Sabtu .Khairul memahami bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat memberikan dampak signifikan termasuk dengan dokumen milik mahasiswa ataupun alumni.Baca juga: Kemendikti: 60 Perguruan Tinggi Terdampak Bencana SumateraOleh karena itu, ia memastikan pemerintah melalui Kemendikti Saintek akan respons hal-hal yang berkaitan dengan dokumen seperti ijazah yang hilang akibat bencana alam.Ia juga mengingatkan, bahwa saat ini kampus juga mempunyai kebijakan khusus yakni menerbitkan ijazah dalam bentuk fisik dan digital yang dinilai visioner sebagai langkah antisipatif terhadap kejadian seperti bencana alam.Sebelumnya, Kemendikti Saintek mengungkapkan ada 60 kampus di tiga provinsi di Pulau Sumatera terdampak bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025."Teridentifikasi ada 60 perguruan tinggi terdampak bencana banjir dan tanah longsor," ungkap Wakil Menteri Fauzan membaca hasil pemetaan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, dikutip dari siaran di situs TVR Parlemen, Senin .Baca juga: Kemendikti Buka Pendaftaran Proposal Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat 2026ANTARA/Suhendra BANJIR ACEH TAMIANG: Foto udara dampak kerusakan pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa .Di Provinsi Aceh terdapat 31 perguruan tinggi terdampak (4 PTN dan 27 PTS). Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 14 perguruan tinggi (1 PTN dan 13 PTS) merasakan dampak bencana.Lalu dampak bencana juga dirasakan 15 perguruan tinggi (9 PTN dan 6 PTS) di Sumatera Barat. Sementara itu jumlah dosen yang terdampak ada 1.306 orang dari perguruan tinggi di ketiga provinsi.Total jumlah mahasiswa yang menjadi korban mencapai 18.824 orang. Provinsi dengan jumlah mahasiswa terdampak terbanyak adalah Aceh, yakni 15.801 orang.Sisanya di Sumatera Utara sebanyak 2.408 mahasiswa dan di Sumatera Barat ada 615 mahasiswa. Kemendikti Saintek juga memetakan kebutuhan-kebutuhan yang mendesak.Baca juga: Kemendikti: 60 Kampus dan 18.000 Lebih Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera"Terdiri atas sembako, logistik, air bersih, perlengkapan sanitasi, pakaian, obat-obatan. Tentu yang terakhir adalah psikososial," tutur Fauzan.


(prf/ega)