JOHANNESBURG, - Suhu panas di dalam pesawat membuat anak-anak Palestina menangis dan berteriak, saat mereka ditahan selama lebih dari 12 jam di Bandara Internasional OR Tambo, Johannesburg, Afrika Selatan.Sebanyak 153 warga Palestina tiba dengan penerbangan carteran dari Kenya pada Kamis , tetapi tidak diizinkan turun dari pesawat karena tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.Seorang pendeta yang diizinkan naik ke pesawat menggambarkan suasana yang memprihatinkan. Ia menyebut, udara di dalam pesawat terasa sangat panas dan membuat anak-anak kepanasan.Baca juga: Viral Miss Israel Diduga Tatap Sinis Miss Palestina di Atas Panggung Miss Universe 2025"Banyak anak-anak yang berkeringat, menangis, dan berteriak," ujarnya kepada stasiun tv nasional Afrika Selatan, SABC.Menurut otoritas perbatasan, para penumpang tidak memiliki stempel keberangkatan, tiket pulang, maupun informasi akomodasi di Afrika Selatan.Belum diketahui dari mana tepatnya mereka berangkat, mengingat akses keluar dari wilayah Gaza atau Tepi Barat sangat terbatas akibat blokade Israel.Situasi itu menyebabkan mereka ditahan di dalam pesawat sejak mendarat hingga lebih dari setengah hari.Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebut kedatangan rombongan tersebut sesuatu yang misterius dan memicu banyak pertanyaan.“Mereka orang-orang dari Gaza yang entah bagaimana secara misterius dinaikkan ke pesawat yang melewati Nairobi dan tiba di sini,” kata Ramaphosa dalam konferensi pers, Jumat .“Kita jelas perlu melihat asal-usul perjalanan warga Palestina, di mana awalnya, alasan mengapa mereka dibawa ke sini,” tambahnya, dikutip dari The Guardian.DOK GIFT OF THE GIVERS via THE GUARDIAN Situasi di dalam pesawat saat 153 warga Palestina secara misterius tiba di Bandara Internasional OR Tambo, Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis .Kementerian Dalam Negeri Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa tak satu pun dari penumpang mengajukan permohonan suaka.Menteri Dalam Negeri Leon Schreiber menjelaskan, pemerintah akhirnya mengizinkan 130 dari 153 orang tersebut untuk masuk ke Afrika Selatan dengan visa kunjungan standar selama 90 hari.“Setelah kami yakin bahwa ketiadaan beberapa elemen dalam rencana perjalanan mereka tidak akan membuat mereka telantar di Afrika Selatan tanpa klaim suaka, para pelancong diberikan izin masuk,” ujar Schreiber.Sementara itu, 23 penumpang lainnya melanjutkan perjalanan ke negara tujuan lain seperti Kanada, Australia, dan Malaysia.Organisasi lokal Gift of the Givers turun tangan memberikan dukungan dan akomodasi bagi para warga Palestina tersebut.
(prf/ega)
Afsel Tahan 153 Warga Palestina 12 Jam Panas-panas di Dalam Pesawat
2026-01-11 03:40:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:17
| 2026-01-11 03:48
| 2026-01-11 02:57
| 2026-01-11 02:51
| 2026-01-11 02:42










































