Purbaya Yakin IHSG Tembus 9.000 Akhir 2025, 32.000 dalam 10 Tahun

2026-01-14 15:46:06
Purbaya Yakin IHSG Tembus 9.000 Akhir 2025, 32.000 dalam 10 Tahun
JAKARTA, – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menembus level 9.000 pada akhir 2025. Ia juga memperkirakan, dalam sepuluh tahun ke depan, IHSG bisa mencapai 32.000.“Tahun ini berapa? 9.000. Sepuluh tahun lagi berapa? 32.000. Orang bilang saya bohong sembarang. Tapi itu berasal dari pengalaman 30 tahun terakhir,” ujar Purbaya dalam kegiatan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa , dikutip dari Kompas.tv.Purbaya menegaskan proyeksi tersebut bukan sekadar optimisme tanpa dasar, melainkan hasil pengamatan panjang terhadap tren pasar modal dan siklus bisnis selama beberapa dekade terakhir.Baca juga: IHSG dan Kurs Rupiah Kompak Melemah di Awal Sesi“Dalam 25 hingga 30 tahun terakhir, siklus bisnis menunjukkan pola yang berulang. Setiap kali memasuki fase ekspansi, indeks selalu bergerak naik signifikan. Itu yang saya pelajari dari data,” kata dia.Ia menambahkan, proyeksinya juga mengacu pada tren historis yang memperlihatkan bahwa indeks saham dapat tumbuh empat hingga lima kali lipat dalam satu siklus bisnis.“Jadi saya bukan tebak-tebak manggis, bukan bertapa. Itu hitungan ekonomi yang ada persamaan matematikanya,” ujar Purbaya, dikutip dari Antara.Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa pasar modal Indonesia akan terus mencatat pertumbuhan signifikan.Menurutnya, tren IHSG yang masih bertahan di level 8.000 memperkuat pandangan tersebut, meskipun sebelumnya sempat diprediksi akan melemah tajam.Baca juga: IHSG Hari Ini Bakal Melandai? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham RabuIa menilai, investor kini semakin cermat menganalisis arah kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan fiskal yang disampaikannya sebagai Menteri Keuangan, untuk menentukan strategi portofolio mereka.“Oleh karena itu, saya terus menanamkan optimisme kepada investor. Indeks to the moon, saya bilang. Itu menciptakan optimisme juga,” ujarnya.Meski optimisme tinggi, IHSG pada Selasa sore justru ditutup melemah 24,52 poin atau 0,30 persen ke posisi 8.092,63. Sementara indeks LQ45 turun 1,92 poin atau 0,23 persen ke posisi 822,61.Dibuka menguat, IHSG sempat bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, indeks bertahan di area merah sampai akhir perdagangan.Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor tercatat menguat, dipimpin sektor properti yang naik 3,28 persen. Sektor kesehatan dan teknologi masing-masing menguat 2,65 persen dan 1,65 persen.Sementara tujuh sektor lainnya melemah, dengan sektor industri turun paling dalam sebesar 1,00 persen. Penurunan juga terjadi pada sektor barang konsumen primer dan keuangan yang masing-masing turun 0,89 persen dan 0,69 persen.Baca juga: IHSG Tergelincir di Awal Sesi, Kurs Rupiah Melemah TipisDari sisi eksternal, pelaku pasar mencermati pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG.Dari dalam negeri, koreksi harga komoditas emas menjadi pendorong aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham berbasis emas.Selain itu, pelemahan beberapa saham blue chips dengan kapitalisasi besar serta koreksi berlanjut pada saham konglomerasi turut membebani indeks.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-01-14 15:26