- Transmigrasi baru merupakan bagian integral dari strategi membangun ketahanan nasional, dengan bertumpu pada peningkatan kapasitas sumber manusia (SDM) unggul Indonesia.Hal tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam kuliah umum yang dihadiri 600 mahasiswa sarjana dan pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin .“Kami diminta untuk menjelaskan apa itu transmigrasi, relevansinya, dan kaitannya dengan para kadet (taruna) serta mahasiswa Unhan. Ini kesempatan baik bagi kami untuk melakukan sosialisasi, karena transmigrasi sangat erat kaitannya dengan upaya meningkatkan ketahanan dan pertahanan negara melalui SDM unggul di kawasan-kawasan transmigrasi,” ujar Mentrans Iftitah.Dalam kuliah umum tersebut, Mentrans Iftitah menegaskan dua poin utama dalam arah kebijakan transmigrasi saat ini.Baca juga: Di Kuliah Umum Undip, Mentrans Ajak Anak Muda Wujudkan Kawasan Transmigrasi sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Pertama, kata dia, transmigrasi bukan lagi sekadar program pemindahan penduduk, tetapi menjadi strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.“Kita ingin lebih banyak tercipta lapangan kerja yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal di kawasan transmigrasi. Dengan begitu, mereka bisa memiliki pendapatan, daya beli, dan berkontribusi terhadap pajak yang menjadi sumber pembangunan negara,” kata Mentrans dalam siaran persnya, Senin (15/12;2025).Kedua, lanjut Mentrans, transmigrasi diarahkan untuk membangun manusia unggul sebagai pondasi keberhasilan pembangunan nasional.“Tidak mungkin transmigrasi sukses tanpa manusia-manusia unggul, karena itu membangun manusianya menjadi salah satu fokus utama, sebagaimana yang juga menjadi prioritas Presiden,” kata Mentrans Iftitah.Kuliah umum tersebut berlangsung interaktif karena banyak mahasiswa antusias dan berani menyampaikan daya analisis mereka yang dianggap memiliki pemahaman mendalam mengenai makna transmigrasi masa kini.Salah satu Kadet Mahasiswa Unhan, Raditya Putra, menyatakan bahwa transmigrasi kini sering dikonotasikan sebagai program bagi penduduk dengan kemampuan ekonomi dan pendidikan yang minim."Pertanyaannya, apakah sekarang ada transmigrasi yang ditujukan bagi penduduk yang memiliki kemampuan ekonomi dan pendidikan yang lebih baik?," kata Raditya Putra.Menjawab pertanyaan tersebut, Mentrans menjelaskan bahwa Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memiliki program Tim Ekspedisi Patriot (TEP).Baca juga: Apresiasi Laporan Tim Ekspedisi Patriot UI, Mentrans Patikan Akan DitindaklanjutiTEP merupakan SDM unggul yang terdiri dari mahasiswa sarjana, pascasarjana hingga dosen dan guru besar yang bertugas meneliti potensi ekonomi 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa pascasarjana untuk ditempatkan di kawasan transmigrasi dengan tujuan mencari solusi dari permasalahan yang ada."Ada Transmigrasi Patriot. Ini sebenarnya diperuntukkan bagi anak-anak muda penerima beasiswa S2 yang kuliah di 7 universitas terbaik di Indonesia, seperti UPI, IPB, UGM, dan UNPAD. Bedanya, mereka tidak kuliah di kampus utama, melainkan di kawasan transmigrasi. Mereka adalah transmigran yang terdiri dari orang-orang pintar dan unggul, dengan IQ di atas 120," tutur Mentrans.
(prf/ega)
Kuliah Umum di Unhan, Mentrans: Transmigrasi Adalah Strategi Bangun Ketahanan Nasional
2026-01-12 18:32:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 19:14
| 2026-01-12 18:22
| 2026-01-12 17:34
| 2026-01-12 17:25
| 2026-01-12 17:18










































