AKTIF 2025 Dorong Sineas dan Animator Muda Tembus Pasar Global

2026-01-11 03:44:43
AKTIF 2025 Dorong Sineas dan Animator Muda Tembus Pasar Global
JAKARTA, – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film dan Animasi: Bootcamp Distribusi dan Promosi di Jakarta, 21–23 November 2025. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas sineas muda sekaligus membuka akses distribusi dan promosi karya film di pasar domestik maupun internasional.Berdasarkan data Bicara Box Office, hingga pertengahan November 2025 jumlah penonton film Indonesia mencapai sekitar 65 juta orang. Sementara itu, Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mencatat sebanyak 178 judul film nasional tayang di bioskop sepanjang tahun ini.Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menegaskan momentum positif ini perlu dimanfaatkan melalui strategi pemasaran dan distribusi yang lebih terarah.“Ini bukti kualitas dan kuantitas yang bergerak maju. Tugas kita sekarang mendorong pemasaran dan distribusinya,” ujarnya di Hotel Morrisey, Jakarta, Jumat .Baca juga: Menteri Ekraf Apresiasi Produk Lokal Kota Batu Dorong Ekspor Rp 56,1 TCINEMA OF INDONESIA 16/11/25Week 46 of 2025Day 320 of 2025 (88% complete)2025 Release Year [w/2024 YTD]Locals: 65.72m (64%) [71.83m]Imports: 36.41m (36%) [35.92m]ALL: 102.13m [107.75m]2025 Calendar YearLocals: 67.52 (64%)Imports: 37.29m (36%)ALL: 104.81m pic.twitter.com/MTAgPCQRdYProgram AKTIF dirancang agar karya perfilman tidak berhenti pada proses kreatif, tetapi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu bersaing secara global.“AKTIF bukan sekadar ruang kolaborasi, tetapi akselerator bagi sineas muda yang siap menembus batas dan bersaing di industri global,” kata Deputi Rahayu.Isu penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama. Menurut Deputi Rahayu, tantangan terbesar adalah menemukan, memetakan, dan menghubungkan talenta unggul dengan kebutuhan industri.Untuk itu, Kementerian Ekraf/Badan Ekraf mengembangkan bootcamp berkelanjutan serta program akselerasi melalui komunikasi intensif dengan pelaku di daerah untuk merumuskan solusi bersama.“Ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu kita dorong lebih serius, karena aspek promosi dan pemasaran adalah pondasi penting dalam penguatan sektor ini,” jelasnya.Baca juga: Peruri dan Kementerian Ekraf Kerja Sama Akselerasi Digitalisasi dan Perlindungan HaKITahun ini, kurator profesional Sastha Sunu, Adrian Jonathan Pasaribu, dan Ayu Diah Cempaka menyeleksi 61 pendaftar kategori film, dan 35 karya terpilih mengikuti bootcamp.Peserta berasal dari komunitas kreatif hingga rumah produksi, dengan fokus pada kesiapan karya memasuki pasar.Program animasi juga menghadirkan talenta dari berbagai daerah yang memiliki konsep matang, sekaligus membutuhkan penguatan model bisnis, distribusi, dan kesiapan pasar.Tiga karya terbaik berkesempatan memperoleh fasilitasi promosi di JAFF Market dan Asia TV Forum & Market 2025 di Singapura, sebagai jalur strategis menuju pasar internasional.Baca juga: Menteri Ekraf: AI Kolaborator, Kreativitas Manusia Tetap Jadi Pusat Ekonomi Kreatif


(prf/ega)