Cacing Zombie Pemakan Tulang Hilang di Laut Dalam, Ilmuwan Khawatir

2026-01-11 03:33:52
Cacing Zombie Pemakan Tulang Hilang di Laut Dalam, Ilmuwan Khawatir
— Dalam film horor, ancaman yang paling menakutkan sering kali adalah sosok yang tidak terlihat.Di kegelapan laut dalam, para ilmuwan kini menghadapi kecemasan serupa, dipicu oleh hilangnya satu spesies krusial: Cacing Zombie Osedax.Spesies yang secara resmi dijuluki "sang pemakan tulang" ini biasanya menjadi pahlawan dalam mendaur ulang nutrisi di dasar samudra.Namun, hilangnya mereka dari pantauan ilmuwan bisa menjadi sinyal adanya masalah besar, termasuk hilangnya keanekaragaman hayati dan melemahnya ekosistem akibat perubahan iklim jangka panjang.Baca juga: Menggali Cacing, Temukan Harta: Kisah Penemuan 20.000 Koin Kuno SwediaDikutip Science Daily, Fabio De Leo, ilmuwan senior dari Ocean Networks Canada (ONC), memimpin sebuah eksperimen jangka panjang di lepas pantai British Columbia.Tim peneliti menempatkan tulang paus bungkuk di dasar laut yang dalam dan memantaunya selama bertahun-tahun untuk melihat kehidupan apa yang akan muncul.Normalnya, tulang paus yang tenggelam akan segera diserbu oleh Cacing Zombie Osedax. Makhluk unik ini tidak memiliki mulut, anus, maupun saluran pencernaan.Mereka bertahan hidup dengan cara mengebor struktur mirip akar ke dalam tulang paus, di mana mikroba di dalam tubuh mereka akan mengekstrak nutrisi untuk memberi makan cacing.Namun, setelah 10 tahun pemantauan melalui kamera bawah air beresolusi tinggi, para peneliti tidak menemukan jejak kolonisasi cacing ini sama sekali.Hilangnya cacing pemakan tulang di wilayah Barkley Canyon, sekitar 1.000 meter di bawah permukaan Pasifik, diduga kuat berkaitan dengan rendahnya kadar oksigen.Wilayah ini berada dalam jalur migrasi paus, namun perluasan Zona Minimum Oksigen (OMZ) akibat pemanasan samudra tampaknya mulai mengganggu ekosistem laut dalam."Ini adalah pengamatan yang luar biasa dalam eksperimen jangka panjang tersebut. Tampaknya ekspansi OMZ, yang merupakan konsekuensi dari pemanasan samudra, akan menjadi kabar buruk bagi ekosistem whale-fall yang menakjubkan ini," ujar Craig Smith, profesor emeritus dari University of Hawaii yang ikut memimpin penelitian ini.Baca juga: Mengenal Spesies Baru Laba-laba Kepik Merah, Punya Kepala Unik dan LangkaJika Cacing Zombie Osedax menghilang, efek domino akan menghantam banyak spesies lain. Tanpa cacing ini untuk menghancurkan tulang dan memulai proses suksesi ekologi, organisme lain akan sulit mengakses nutrisi yang tersimpan dalam bangkai paus.De Leo menjelaskan bahwa whale fall berfungsi seperti "pulau" atau tempat persinggahan bagi berbagai spesies spesialis tulang paus. Jika habitat ini berhenti berfungsi, konektivitas antar wilayah laut dalam akan terputus."Pada dasarnya, kita sedang membicarakan potensi hilangnya spesies," tegas Fabio De Leo. Larva Cacing Zombie Osedax biasanya menempuh perjalanan jauh melalui arus laut untuk mengolonisasi tulang paus baru yang berjarak ratusan kilometer. Jika rantai ini putus, keragaman spesies di seluruh wilayah bisa merosot tajam.Kini, para ilmuwan terus memantau data dari sensor laut dalam dan kendaraan bawah air yang dikendalikan dari jarak jauh (ROV) untuk mengungkap apakah "sang pemakan tulang" ini benar-benar telah pergi selamanya atau hanya berpindah tempat, demi menyelamatkan masa depan kehidupan di bawah air.


(prf/ega)