Desa Tluwuk Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Warga Berharap Infrastruktur dan TPI Dibangun

2026-01-12 16:48:10
Desa Tluwuk Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Warga Berharap Infrastruktur dan TPI Dibangun
– Rencana pemerintah membangun kampung nelayan dan kampung budidaya di berbagai daerah pesisir tanah air disambut antusias oleh warga Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati.Desa yang berada di pesisir utara Pulau Jawa tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kampung nelayan.Salah seorang warga Desa Tluwuk, Sukarno, menilai rencana penetapan kampung nelayan di desanya sudah sangat tepat.Pasalnya, aktivitas kenelayanan di wilayah tersebut telah berlangsung sejak lama dan terus berkembang hingga kini.“Di Desa Tluwuk sudah ada sekitar 25 nelayan warga setempat. Selain itu, ada sekitar 40 nelayan dari luar desa yang juga beraktivitas di wilayah kami,” ujarnya.Baca juga: Priyo Bertahan di Pasar Beringharjo, Menjaga Kaset Pita dari Lupa ZamanMenurut Sukarno, infrastruktur pendukung menuju kawasan pantai relatif sudah tersedia. Akses jalan dari desa menuju pantai sepanjang kurang lebih 4 kilometer telah berupa makadam, beton, dan sebagian aspal. Kondisi ini dinilai cukup mendukung pengembangan kawasan kampung nelayan ke depan.Ia menambahkan, rencana kampung nelayan juga membawa dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Minat warga untuk terjun ke sektor perikanan dinilai semakin meningkat seiring terbukanya peluang ekonomi yang lebih menjanjikan.“Kalau kampung nelayan benar-benar terealisasi, banyak warga yang tertarik menjadi nelayan. Ini bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” jelasnya.Meski demikian, warga berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kebutuhan dasar nelayan. Salah satu yang paling diharapkan adalah pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang representatif, serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan agar distribusi hasil tangkapan dapat berjalan lebih lancar.“Harapan kami ada TPI yang standar, lalu jalan juga diperbaiki supaya aktivitas nelayan semakin mudah,” imbuh Sukarno.Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa, menyampaikan bahwa Desa Tluwuk masuk dalam daftar usulan lokasi kampung nelayan pada tahun 2026. Secara keseluruhan, terdapat 22 desa yang diusulkan menjadi kampung nelayan maupun kampung budidaya di Kabupaten Pati.Desa-desa tersebut tersebar di sembilan kecamatan, antara lain Kecamatan Juwana meliputi Desa Bendar, Desa Kedungpancing, Desa Trimulyo, dan Desa Bajomulyo. Kecamatan Dukuhseti meliputi Desa Puncel, Desa Alasdowo, Desa Bakalan, Desa Kenanti, Desa Kembang, dan Desa Tegalombo.Selanjutnya Kecamatan Tayu meliputi Desa Keboromo, Desa Sambiroto, Desa Margomulyo, dan Desa Dororejo. Kecamatan Gabus meliputi Desa Banjarsari dan Desa Mintobasuki. Kecamatan Wedarijaksa meliputi Desa Tluwuk dan Desa Kepoh. Kecamatan Trangkil meliputi Desa Kadilangu, Kecamatan Margoyoso Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Kayen Desa Talun, serta Kecamatan Pati Desa Mustokoharjo.“Kampung nelayan menyasar desa pesisir laut yang masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan tangkap, sedangkan kampung budidaya berada di desa tambak, sungai, atau perairan tawar,” ungkap Hadi.Ia menjelaskan, program kampung nelayan akan menghadirkan pembangunan infrastruktur yang lengkap, mulai dari jalan lingkungan, balai nelayan, bengkel, sanitasi, rumah singgah nelayan, pabrik es mini, gudang beku, tambatan kapal, SPBN, hingga bantuan alat tangkap dan pelatihan.Seluruh program tersebut nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setempat, dengan pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).“DKP hanya memfasilitasi. Anggaran langsung dari pusat dan pengelolaannya diserahkan ke KDMP,” jelasnya.


(prf/ega)