Pilihan Menginap Nyaman untuk Liburan ke Pulau Derawan, Maratua hingga Kakaban

2026-01-11 03:25:22
Pilihan Menginap Nyaman untuk Liburan ke Pulau Derawan, Maratua hingga Kakaban
- Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyimpan lanskap yang berlapis cerita. Dari gugusan pulau karang Derawan dan Maratua, danau ubur-ubur tanpa sengat di Kakaban, hingga kehidupan masyarakat pesisir yang tumbuh berdampingan dengan laut.Berau kini dikenal sebagai pintu masuk menuju gugusan pulau tropis di Laut Sulawesi, mulai dari Derawan, Maratua, hingga Kakaban. Bagi kamu yang akan menjelajahi keindahan pulau-pulau tersebut, kini Berau bisa menjadi persinggahan untuk menginap.Mercure Berau menjadi hotel berskala internasional pertama yang ada di Berau, dirancang bukan sekadar sebagai tempat menginap, melainkan titik awal perjalanan menjelajahi kekayaan alam dan budaya.Baca juga: Pilihan Staycation Dekat Gerbang Puncak: Ada Mini Zoo, ATV dan View 3 GunungSebagai hotel berskala internasional pertama di Kabupaten Berau, Mercure Berau menempati lokasi strategis dengan jarak sekitar 20 menit dari Bandara Kalimarau. Hotel ini memiliki 153 kamar, terdiri dari kamar tamu, suite, hingga vila dua lantai.DOK./Ayunda Hotel Mercure Berau, Kalimantan TimurDesain interiornya terinspirasi dari lanskap hutan Berau dan keanggunan burung walet—ikon alam daerah ini—yang diterjemahkan dalam detail visual dan nuansa ruang. Sentuhan tersebut membuat pengalaman menginap terasa lebih dekat dengan karakter lokal, tanpa meninggalkan kenyamanan standar internasional.Untuk kebutuhan pertemuan dan kegiatan skala besar, Mercure Berau dilengkapi lima ruang pertemuan modern serta Derawan Ballroom berkapasitas hingga 400 tamu. Fasilitas ini memperkuat peran hotel sebagai pusat kegiatan MICE di Berau, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi daerah.Baca juga: Siapa Pemilik Hotel Mercure yang Ada di Kota-kota Besar Indonesia?Endrian Hananto, Director of Operations Accor Indonesia, menegaskan bahwa Mercure Berau hadir untuk menyatu dengan destinasi dan masyarakatnya.“Mercure Berau merupakan Mercure ke-30 di Indonesia. Kami berharap hotel ini menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Berau dan kawasan sekitarnya, termasuk Derawan. Kehadiran Mercure Berau juga diharapkan memberi kontribusi nyata bagi UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya dalam peresmian hotel, Selasa .Hal senada disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang menilai kehadiran Mercure Berau sebagai momentum penting bagi pariwisata daerah.“Kami berharap Mercure Berau dapat memperkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan di Berau, serta mendukung posisi daerah ini sebagai gerbang wisata bahari Kalimantan Timur,” ujarnya.Dengan menggabungkan layanan internasional, sentuhan lokal, serta posisi strategis sebagai titik transit menuju Derawan, Mercure Berau hadir sebagai bagian dari perjalanan wisata—bukan sekadar tempat singgah, melainkan awal dari eksplorasi Berau dan laut tropisnya.DOK./Ayunda Nasi Goreng Buntut Sanggam Bistro, Hotel Mercure BerauKuliner menjadi salah satu cara paling dekat untuk mengenal sebuah daerah. Bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang tradisi, bahan lokal, dan kebiasaan masyarakat setempat.Pendekatan ini dihadirkan Mercure Berau melalui Sanggam Bistro, ruang bersantap yang menyajikan menu dengan sentuhan lokal dalam suasana modern dan hangat.Nasi Goreng Kampung dan Nasi Goreng Buntut menjadi andalan, menghadirkan rasa gurih yang kuat dan akrab di lidah. Sementara Sop Buntut Murjani disajikan dengan kuah kaldu yang kaya, cocok dinikmati sebagai pengisi tenaga sebelum atau setelah perjalanan wisata.Di lantai atas, Le 360 menawarkan panorama kota Berau dari ketinggian, lengkap dengan Pool Bar yang menyatu dengan kolam renang indoor dan pusat kebugaran. Area ini menjadi ruang singgah yang mempertemukan tamu dengan suasana destinasi, tanpa harus meninggalkan hotel.


(prf/ega)